Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Nilai Pasar Shayne Pattynama Turun Drastis Usai Dilepas KAS Eupen, Lebih Rendah dari Pemain Lokal Liga 1?

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 12 Mei 2025 | 00:56 WIB
Shayne Pattynama beri komentar terkait Calvin Verdonk.
Shayne Pattynama beri komentar terkait Calvin Verdonk.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar mengejutkan datang dari benua Eropa, tepatnya dari Belgia.

Klub Pro League, KAS Eupen, resmi mengakhiri kerja sama dengan bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama.

Meski kontraknya seharusnya masih aktif hingga tahun 2026, kedua belah pihak memilih untuk menyudahi kerja sama lebih awal.

“KAS Eupen dan Shayne Pattynama telah sepakat untuk mengakhiri kontrak. Pemain internasional Indonesia itu akan meninggalkan klub setelah musim 2024/2025,” tulis pihak klub melalui akun Instagram resmi mereka, @kaseupenofficial, pada Kamis, 8 Mei 2025.

Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat usia Pattynama yang masih produktif dan potensinya sebagai pemain bertahan yang serba bisa.

Meski demikian, sang pemain tampaknya merasa bahwa waktunya bersama tim berjuluk The Pandas telah usai.

“KAS Eupen ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmennya dan mendoakan yang terbaik baginya baik di level olahraga maupun pribadi, khususnya dengan Timnas Indonesia,” lanjut pernyataan resmi dari klub.

Nilai Pasar Shayne Pattynama Mengalami Penurunan Tajam

Menariknya, keputusan berpisah ini terjadi di tengah penurunan signifikan nilai pasar sang pemain.

Berdasarkan data dari situs Transfermarkt, nilai pasar Shayne Pattynama kini hanya berada di angka 250 ribu euro atau sekitar Rp4,7 miliar (berdasarkan kurs terkini).

Padahal, sebelum bergabung dengan KAS Eupen, nilai pasar eks pemain Viking FK tersebut pernah menyentuh angka 650 ribu euro, setara dengan Rp12,3 miliar.

Penurunan hampir 60% ini terjadi dalam waktu kurang dari dua musim.

Jika dibandingkan dengan pemain Liga 1, nilai Shayne saat ini lebih rendah dari beberapa nama.

Misalnya, Taisei Marukawa dari Dewa United yang dihargai 300 ribu euro, bahkan Rizky Ridho (500 ribu euro) dan Nadeo Argawinata (325 ribu euro) masih unggul dari segi valuasi pasar.

Peluang Shayne Pattynama Kembali ke Liga 1

Dengan status bebas transfer dan nilai pasar yang relatif terjangkau, spekulasi soal kepulangan Shayne ke Indonesia semakin menguat.

Sejumlah klub Liga 1 dikabarkan mulai memantau situasinya.

Di balik penurunan nilai pasarnya, Shayne tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Ia memiliki pengalaman di Eropa, kemampuan bermain di berbagai posisi bertahan, serta label pemain Timnas Indonesia yang sangat bernilai dari sisi brand dan prestise klub.

Kembalinya Shayne Pattynama ke kompetisi domestik bisa jadi angin segar untuk Liga 1, apalagi di tengah tren klub-klub lokal yang mulai memburu pemain naturalisasi atau diaspora untuk memperkuat skuad musim depan.

Jika bergabung dengan klub tanah air, Shayne tak hanya menawarkan kualitas teknis, namun juga pengalaman internasional yang bisa mengangkat level permainan tim secara keseluruhan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Shayne Pattynama #liga 1 #pemain lokal #kas eupen #nilai pasar