SOLOBALAPAN.COM – Ratusan suporter Persebi Boyolali memadati area luar Stadion Kebogiro pada Sabtu (3/5/2025) usai tim kesayangan mereka dipastikan gagal melaju ke babak selanjutnya.
Mereka menuntut pihak manajemen untuk bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.
Aksi para suporter berlangsung usai laga terakhir Grup S yang mempertemukan Persebi melawan PS Kwarta Deli Serdang.
Meski menang telak 4-0, hasil itu tidak cukup untuk membawa Persebi lolos. Tim asal Boyolali hanya finis di posisi ketiga grup, di bawah Persema Malang dan PS Mojokerto Putra.
Amarah dan kekecewaan pun memuncak. Suporter meneriakkan kritik tajam, bahkan sempat melontarkan makian kepada jajaran manajemen dan pemain Persebi.
Koordinator suporter Persebi, Pandu Winata, menyatakan bahwa tuntutan tersebut muncul karena kekecewaan mendalam dari para pendukung setia.
“Karena Persebi tidak lolos ke babak selanjutnya, teman-teman ingin manajemen mempertanggungjawabkan hal ini,” ujar Pandu.
Dalam aksinya, suporter menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mereka meminta manajemen bertanggung jawab secara terbuka.
Kedua, pelatih diminta mendisiplinkan pemain yang dianggap terkena star syndrome. Ketiga, perbaikan fisik pemain menjadi sorotan agar tim tampil lebih kompetitif ke depan.
Meski sempat memanas, Pandu mengapresiasi pihak manajemen dan pemain yang bersedia menemui suporter secara langsung.
“Kami menghargai itikad baik dari manajemen dan pemain. Harapan kami, semoga Persebi bisa segera berbenah dan tahun depan mampu naik ke Liga 3,” katanya.
Menanggapi hal itu, Asisten Manajer Persebi, Nuraziz Putra Aditama, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Boyolali.
“Mewakili manajemen, saya meminta maaf sebesar-besarnya. Kami sudah berjuang maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan,” ucap Aziz.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Aziz menyatakan kesediaannya mundur dari jajaran manajemen Persebi.
“Saya akan mundur dari manajemen, ini bentuk tanggung jawab atas kegagalan membawa Persebi naik kasta,” tegasnya di hadapan para suporter.
Diketahui, Persebi Boyolali harus angkat koper dari persaingan karena hanya finis di peringkat ketiga Grup S, di bawah Persema Malang dan PS Mojokerto Putra. (fid)
Editor : Damianus Bram