Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Wacana PT LIB Bolehkan Suporter Tamu Untuk Away Tuai Pro dan Kontra Netizen: Kalau Ada Kerusuhan, Tanggung Jawab Siapa?

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 1 Mei 2025 | 04:36 WIB
Press conference PT LIB dan PSSI di Menara Danareksa, Kamis (20/6).
Press conference PT LIB dan PSSI di Menara Danareksa, Kamis (20/6).

SOLOBALAPAN.COM - Setelah dua musim penuh tanpa kehadiran suporter tim tamu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mewacanakan sebuah kebijakan kontroversial.

Kini, PT LIB akan mengizinkan kembali suporter away menyaksikan langsung tim kesayangannya bertanding di Liga 1 mulai musim depan.

Wacana ini muncul di tengah proses transformasi sepak bola nasional pasca-tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pada 1 Oktober 2022—salah satu luka terdalam dalam sejarah olahraga Indonesia.

Sejak saat itu, PSSI melarang kehadiran suporter tim tamu sebagai langkah pencegahan.

Namun, rencana pencabutan larangan ini menuai respons beragam dari publik.

Sebagian menyambut baik sebagai langkah maju, tapi tak sedikit pula yang menganggapnya prematur dan berisiko.

Netizen Terbelah: "SDM Kita Belum Siap" vs "Jangan Salahkan Suporter"

Di jagat media sosial, suara netizen pun terbagi. Sebagian menyetujui pelarangan tetap diberlakukan dengan alasan keamanan.

“Saya setuju dengan FIFA dan PSSI. SDM kita belum siap, jangan sampai tragedi seperti Kanjuruhan terulang,” komentar seorang pengguna di akun @arsiptimnas.

Namun ada pula yang menilai bahwa isu Kanjuruhan tidak berakar dari konflik antar suporter, melainkan kelalaian keamanan.

“Kanjuruhan itu bukan antar suporter. Itu karena penanganan aparat dan panitia yang buruk. Jangan salahkan suporter terus!” timpal netizen lainnya.

Sementara itu, pengguna lain menyebut bahwa kerusuhan tetap bisa terjadi, baik dengan atau tanpa kehadiran suporter tandang.

“Tanpa suporter away aja masih sering rusuh, apalagi kalau dibebaskan. Mending jangan dulu,” tulis komentar lain.

Solusi Digital: Aplikasi Sobat Liga dan Sistem Rekam Wajah

Sebagai langkah mitigasi, PT LIB tengah mengembangkan aplikasi “Sobat Liga”, yang rencananya akan memiliki sistem identifikasi digital seperti fitur rekam wajah.

Tujuannya, agar seluruh suporter yang hadir ke stadion bisa terdata, termonitor, dan memiliki jejak digital.

Hal ini mirip dengan usulan netizen agar klub punya sistem seperti Garuda ID khusus suporter, di mana pelanggaran bisa berujung larangan permanen masuk stadion atau bahkan proses hukum jika berujung kekerasan.

Peringatan Erick Thohir: Kalau Gagal, Klub Harus Bertanggung Jawab

Menanggapi wacana ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberi peringatan keras.

Menurutnya, FIFA dan PSSI masih menilai kehadiran suporter away di Indonesia terlalu berisiko, dan jika aturan ini dilonggarkan, maka klub dan operator liga wajib menanggung semua konsekuensinya.

“Kalau ada kerusuhan sampai menelan korban, klub dan Liga harus bertanggung jawab. Jangan nanti saling lempar tanggung jawab,” tegas Erick.

Meski tidak menutup pintu sepenuhnya, Erick meminta semua pihak berpikir realistis dan siap menghadapi kemungkinan terburuk.

“Kalau klub dan Liga merasa siap dan ingin coba, silakan. Tapi jangan lepas tangan kalau ada kejadian seperti Kanjuruhan lagi,” katanya.

Suporter Away Masih Jadi Dilema

Wacana kehadiran suporter tandang di Liga 1 musim depan masih menjadi dilema besar.

Di satu sisi, ini adalah bentuk kemajuan untuk atmosfer sepak bola nasional.

Tapi di sisi lain, jika kesiapan infrastruktur, aparat keamanan, dan sistem pendataan belum optimal, risikonya tetap terlalu tinggi untuk diabaikan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Suporter Tamu #Away #netizen #pt lib #Pro dan Kontra