SOLOBALAPAN.COM - Persebi Boyolali tampil gemilang di babak 64 besar Liga 4 Nasional, mencatatkan kemenangan sempurna di seluruh laga yang mereka jalani.
Laskar Pandanarang menutup fase grup dengan kemenangan tipis 1-0 atas Wahana FC di Stadion Kebogiro, Jumat sore (25/4).
Gol tunggal Persebi dicetak oleh Shofa, yang menjadi penentu kemenangan dalam laga yang berlangsung ketat.
Meski berhasil meraih hasil positif, pelatih kepala Persebi, Doel Khamid, mengakui bahwa performa tim kali ini tidak lepas dari tantangan berat.
Terutama soal tekanan mental yang dirasakan para pemain sepanjang pertandingan.
"Hari ini justru pemain ada beban yang tidak bisa lepas dari dirinya sendiri. Mungkin yang ada di rotasi pemain," ujar Doel Khamid.
"Namun yang jelas, pertama-tama kita ucapkan syukur alhamdulillah hari ini kita bisa menang," tambahnya.
Berbeda dari dua laga sebelumnya, di mana Persebi tampil mendominasi — mengalahkan Persitara Jakarta Utara dengan skor telak 5-1 (21/4) dan membantai Persidom Dompu 6-0 (23/4) — pertandingan kali ini berjalan lebih alot.
Pada babak pertama, serangan Persebi seringkali mentah di hadapan pertahanan rapat Wahana FC.
Baru di babak kedua, perubahan semangat terlihat dan berhasil membuahkan hasil.
Shofa, sang pencetak gol, tak menampik bahwa duel tersebut lebih sulit dari yang mereka perkirakan.
"Tapi di babak kedua kami memiliki semangat yang lebih tinggi dan alhamdulillah kita bisa mencetak satu gol kemenangan untuk kami.
Dan semoga di babak 32 besar, kami tetap mendapat dukungan dari masyarakat Boyolali agar kami tetap semangat," ungkapnya.
Dengan hasil ini, Persebi Boyolali resmi melangkah ke babak 32 besar sebagai juara Grup E.
Menyusul di belakang mereka, Persitara Jakarta Utara juga memastikan diri lolos setelah menundukkan Persidom Dompu 3-0 dalam laga di Lapangan Kota Barat, Solo.
Keberhasilan Persebi Boyolali menjadi salah satu kekuatan baru di Liga 4 tak lepas dari kerja keras, semangat kolektif, dan dukungan penuh dari para pendukung.
Menatap babak berikutnya, konsistensi performa dan mentalitas bertanding akan menjadi kunci untuk menjaga asa promosi ke level yang lebih tinggi. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo