SOLOBALAPAN.COM - Meskipun telah memastikan satu tempat di babak 32 besar Liga 4 Nasional, Persebi Boyolali belum menunjukkan tanda-tanda ingin bersantai.
Justru sebaliknya, tim berjuluk Laskar Pandanarang itu semakin termotivasi untuk menutup babak 64 besar dengan performa maksimal.
Mereka dijadwalkan menjamu Wahana FC dalam laga terakhir Grup E yang akan digelar di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Jumat sore (25/4/2025).
Meskipun pertandingan ini tidak lagi menentukan kelolosan, Persebi tetap memasang target kemenangan untuk menjaga konsistensi permainan.
Pelatih kepala Doel Khamid menegaskan bahwa timnya tidak akan meremehkan Wahana FC.
Baginya, setiap pertandingan memiliki arti penting dan harus dijalani dengan semangat juang penuh.
“Jadi tidak ada kata untuk menyerah ataupun mengalah,” ujar Doel Khamid seusai laga kedua yang digelar pada Rabu (23/4).
Saat ini, Persebi kokoh di puncak klasemen Grup E dengan raihan enam poin sempurna, hasil dari kemenangan telak atas Persitara Jakarta Utara (5-1) dan Persidom Dompu (6-0).
Performa impresif ini menjadi bukti ketajaman lini depan sekaligus solidnya pertahanan yang dikomandoi oleh para pemain seperti Nokha Bhirawa.
Doel Khamid juga mengisyaratkan akan melakukan rotasi dalam laga ketiga nanti, guna menjaga kebugaran pemain serta memberikan kesempatan bermain secara merata kepada seluruh anggota skuad.
“Kalau rotasi itu pasti. Di dua pertandingan kemarin saya juga melakukan rotasi. Untuk pertandingan ketiga kemungkinan rotasinya akan bergantung pada kondisi pemain. Beberapa juga belum saya kasih kesempatan,” jelasnya.
Semangat tinggi juga ditunjukkan oleh para pemain.
Tri Widodo, salah satu pilar Persebi Boyolali, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan yang diraih serta harapannya untuk terus melaju hingga meraih promosi ke kasta lebih tinggi.
“Kemenangan ini (lawan Persidom) kami persembahkan kepada masyarakat Boyolali. Kami juga mengucap syukur para pemain diberi keselamatan.
Semoga ini menjadi modal untuk pertandingan berikutnya, sehingga kami bisa terus menang dan akhirnya promosi ke Liga 3 (Liga Nusantara),” ucap Tri dengan penuh semangat.
Dengan semangat kolektif yang kuat dan atmosfer positif di dalam tim, Persebi Boyolali tidak hanya menargetkan kemenangan di laga penutup grup, tetapi juga ingin memperkuat mental juara mereka.
Dalam iklim persaingan yang kian ketat, konsistensi dan kesatuan tim menjadi kunci untuk menembus Liga 3.
Laga melawan Wahana FC menjadi ujian karakter dan konsistensi terakhir sebelum memasuki fase knockout yang lebih menantang.
Dukungan penuh dari masyarakat Boyolali diyakini akan menjadi energi tambahan bagi tim untuk terus melangkah hingga mencapai puncak. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo