SOLOBALAPAN.COM - Megawati Hangestri resmi mengakhiri perjalanannya bersama Red Sparks dan memastikan tidak akan kembali bermain di Liga Bola Voli Korea Selatan (V-League) musim depan.
Kepastian ini diumumkan setelah pihak klub dan agennya mengonfirmasi bahwa sang bintang voli Indonesia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.
Keputusan ini bukan karena persoalan profesional, melainkan alasan pribadi yang menyentuh hati.
Mega, sapaan akrabnya, memilih kembali ke Indonesia untuk mendampingi ibunda tercinta yang saat ini sedang dalam kondisi kesehatan yang menurun.
“Mega sangat bahagia selama dua tahun di Red Sparks sehingga sangat ingin memperbarui kontraknya, tapi rasa baktinya kepada orang tua untuk merawat ibunya,
yang kesehatannya sedang buruk akhirnya membuatnya memutuskan tidak lagi bermain di V-League,” ujar agennya seperti dikutip dari Yonhap.
Selama dua musim memperkuat Red Sparks, Mega tampil luar biasa. Di musim debutnya (2023–2024), ia langsung mencetak 736 poin dan menempati peringkat ke-7 di liga.
Dia juga menjadi top skorer tim dan menempati posisi keempat dalam efektivitas serangan dengan 43,95%.
Performanya bahkan meningkat di musim berikutnya, dengan mencatatkan 802 poin dan tingkat keberhasilan serangan mencapai 48% selama musim reguler.
Megawati juga menjadi pilar penting dalam perjalanan Red Sparks hingga menembus final V-League 2024–2025.
Ia tiga kali menjadi top skorer tim di laga final, mencetak total 153 poin dari lima pertandingan. Sayangnya, Red Sparks harus puas sebagai runner-up setelah kalah 2-3 dari Pink Spiders.
Di luar lapangan, kehadiran Megawati membawa dampak besar terhadap popularitas klub. Kehadirannya menarik perhatian banyak penggemar dari Indonesia, yang bahkan rela datang langsung ke Gimnasium Daejeon Chungmu.
Media sosial Red Sparks pun mengalami lonjakan pengikut secara signifikan berkat pengaruh Mega.
Pihak klub pun tak pelit memberikan pujian. Seorang pejabat Red Sparks menyebut Mega bukan hanya pemain luar biasa, tetapi juga pribadi yang rendah hati dan mampu menjalin hubungan baik dengan pelatih dan rekan setim.
“Dia adalah pemain yang berdedikasi. Kami mendukung tantangan baru Mega dan berharap dapat bekerja sama dengannya lagi suatu hari nanti.”
Megawati sendiri mengungkapkan perasaannya dengan tulus dalam pernyataan perpisahan.
“Tentunya senang banget karena aku sudah dua tahun di sini. Banyak pengalaman. Yang tadinya datang ragu-ragu ternyata aku bertahan sampai dua tahun.
Aku senang banget bisa ikut di Liga Korea. Semua orang pun tahu aku pada akhirnya,” ucap atlet berusia 26 tahun itu.
Ia menambahkan alasan utama keputusannya kembali ke Tanah Air.
“Aku sudah dua tahun juga meninggalkan rumah. Sudah dua tahun jauh dari orang tua. Orang tuaku juga tinggal satu-satunya, mama. Aku harus merawatnya."
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, sebelumnya juga sempat melontarkan pujian kepada Mega dan menyebutnya sebagai salah satu nama yang akan dikenang dalam sejarah V-League.
“Mega adalah nama yang akan dikenang dalam sejarah V-League. Dia pemain hebat."
Kini, dengan jejak yang begitu kuat di V-League dan pencapaian luar biasa yang telah ditorehkan, Megawati Hangestri menorehkan babak baru dalam hidupnya.
Keputusannya untuk mendahulukan keluarga adalah bentuk keteladanan tentang arti pengorbanan dan bakti.
Semangat dan dedikasinya diharapkan tetap menginspirasi generasi muda, baik di dalam maupun luar lapangan.
Tak hanya meninggalkan jejak prestasi, Mega juga telah membawa nama Indonesia harum di panggung internasional.
Kepergiannya mungkin meninggalkan kekosongan di V-League, tetapi juga membuka kemungkinan kembalinya sang bintang ke panggung lain yang lebih dekat dengan keluarga — atau mungkin, suatu saat, kembali bersinar di panggung dunia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo