SOLOBALAPAN.COM - Nama Shin Tae-yong kembali menjadi perbincangan hangat, bukan karena kiprahnya di Timnas Indonesia, melainkan karena jabatan barunya di negara asalnya.
Pelatih kepala Timnas Indonesia ini resmi ditunjuk sebagai salah satu Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA), sebuah langkah yang diumumkan langsung oleh Presiden KFA, Chung Mong-gyu.
Penunjukan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi Komite Eksekutif KFA ke-55, yang diumumkan dalam Kongres Delegasi pada 4 April 2025 dan dipublikasikan secara resmi pada 9 April.
Dalam restrukturisasi ini, KFA menetapkan 27 anggota baru, termasuk sejumlah wakil presiden, ketua komite, serta dewan eksekutif yang akan mengatur arah organisasi ke depan.
Dapat Mandat sebagai Utusan Kerja Sama Internasional
Dalam peran barunya, Shin Tae-yong dipercaya untuk menjadi utusan kerja sama eksternal.
Ia akan bertugas menjalin dan memperluas jaringan hubungan internasional KFA, sebuah peran penting dalam upaya Korea Selatan memperluas eksistensinya di panggung sepak bola dunia.
KFA menilai pentingnya menghadirkan figur-figur berpengalaman dari dunia kepelatihan ke dalam jajaran manajerial, guna menjembatani kebutuhan teknis dan kebijakan strategis yang lebih menyeluruh.
Duduk Sejajar dengan Park Hang-seo dan Tokoh Sepak Bola Senior
Menariknya, Shin Tae-yong tidak sendiri dalam posisi ini. Mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, juga ditunjuk sebagai Wakil Presiden KFA dengan tanggung jawab mendukung pengembangan tim nasional Korea di semua level usia.
Sosok lain yang turut bergabung adalah Profesor Lee Yong-soo dari Universitas Sejong, yang diberi amanat di bidang perencanaan jangka panjang.
Padahal dulu, baik Shin maupun Park kerap dibanding-bandingkan oleh publik Asia Tenggara, terutama saat keduanya bersaing di level ASEAN bersama Indonesia dan Vietnam.
Kini, keduanya justru berada dalam satu tim, mengemban tanggung jawab besar demi kemajuan sepak bola Korea Selatan.
Fokus Bangun Kekuatan Menuju Piala Dunia 2026
Penunjukan dua pelatih dengan rekam jejak internasional ini dinilai sebagai strategi KFA untuk melakukan pembenahan usai hasil kurang memuaskan di Piala Asia 2023.
Keduanya diharapkan mampu berkontribusi dalam penyusunan strategi Korea Selatan demi merebut tiket ke Piala Dunia 2026.
Langkah ini mendapat dukungan luas dari publik Korea, yang melihat kolaborasi pengalaman luar negeri Shin dan Park sebagai angin segar dalam membangun kembali kejayaan sepak bola negeri Ginseng. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo