Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pedro Acosta Tidak Mata Duitan, Masa Depan Bersama KTM di MotoGP Tergantung Hal Ini

Nur Pramudito • Sabtu, 5 April 2025 | 18:42 WIB
Spekulasi Pedro Acosta ingin meninggalkan pabrikan KTM di MotoGP terus menguat
Spekulasi Pedro Acosta ingin meninggalkan pabrikan KTM di MotoGP terus menguat

SOLOBALAPAN.COM - Rumor Pedro Acosta akan pindah tim MotoGP pada musim depan terus tersiar.

Penyebabnya tidak lepas dari performa motor KTM RC16 yang stagnan di musim kedua Acosta meramaikan kelas MotoGP.

Kemenangan perdana yang diincar pembalap berusia 20 tahun itu belum juga datang.

Malah, hasil musim ini dimulai dengan rentetan finis yang buruk dibandingkan musim lalu.

Tahun lalu, kemunculan Acosta sebagai seorang rookie langsung mencuri perhatian berkat kecepatannya yang bahkan langsung menyaingi Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.

Saat itu dia masih memperkuat tim satelit KTM Tech3.

Sedangkan tahun ini, ketika sudah dipromosikan naik ke tim pabrikan Red Bull KTM, penampilannya malah melempem.

Keganasan Si Hiu dari Mazzaron itu lenyap dengan hasil-hasil yang kurang maksimal.

Bahkan di seri ketiga di MotoGP Amerika kemarin, Acosta gagal bawa poin dari balapan utama akibat crash.

Dia semakin tak mengerti dengan kondisi motor RC16 yang terasa jadi asing.

"Sulit dipahami. Saya sering mengalami roda depan terkunci dan kami tidak tahu penyebabnya," kata Acosta dikutip dari rilis resmi KTM.

"Cukup sulit dan aneh. Motor bekerja lebih baik hingga kami mengalami masalah ini. Begitulah adanya. Kami perlu mencoba dan memahami apa yang terjadi dan menjadi lebih kuat di lain waktu," tandasnya.

Rumor Acosta pergi tinggalkan KTM merebak setelah bos tim asal Mattighoffen, Austria, Pit Beirer, yang justru membuka kartu.

"Kami harus bisa segera mengubah motor kami jadi motor kemenangan lagi. Kalau tidak, kami bisa-bisa kehilangan Acosta," kata Beirer beberapa waktu lalu.

Topik panas ini semakin liar setelah video tegur sapa Acosta dengan bos Prima Pramac Racing, Paolo Campinoti, juga beredar di sela-sela MotoGP Amerika saat mereka berjalan di area belakang paddock.

Terdengar percakapan antara mereka yang dijawab oleh Acosta dengan kata-kata yang mengindikasikan hal serius.

"Ya, ya saya tahu. Coba bilang saja ke Valera," tutur Acosta, merujuk pada manajernya, Albert Valera.

Adapun Acosta pernah berujar bahwa dia bukanlah sosok yang mata duitan dengan kontrak menggiurkan.

Tujuan juara dunia Moto3 dan Moto2 itu cuma satu, mengejar kemenangan perdana hingga gelar juara dunia kelas premier dengan bekal motor mumpuni yang bisa bersaing.

"Saya satu-satunya orang di paddock ini yang tidak tertarik dengan uang," tegas Acosta.

Sampai saat ini, Acosta masih berusaha menaruh rasa percaya pada KTM.

Mungkin, hasil sampai paruh pertama pertengahan musim ini baru akan dijadikan bahan evaluasi untuk masa depan dia, yang kontraknya bersama KTM baru berakhir pada akhir musim 2026.

"Saya ingin menang, itu jelas," tegas Acosta.

"Hubungan antara KTM dan saya lebih personal daripada yang dipikirkan banyak orang. Saya telah mengendarai motor warna ini sejak saya berusia 14 tahun," jelasnya.

"Saya akan berusia 21 tahun musim panas ini. Saya telah menjadi bagian dari keluarga ini selama tujuh tahun," ucapnya.

"Tidak akan mudah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Sepeda motor itu akan mencapai level yang dibutuhkan, saya yakin akan hal itu," tutup Acosta.

Sejumlah tim yang sejauh ini sudah dikaitkan dengan Acosta di antaranya adalah tim VR46 Racing Ducati, Honda, dan terakhir Prima Pramac Yamaha.(np)

Editor : Nur Pramudito
#ktm #Pedro Acosta #motogp