SOLOBALAPAN.COM – Belakangan ini, olahraga pilates semakin populer, terutama di kalangan wanita.
Tidak hanya para selebriti, masyarakat dari berbagai usia juga mulai tertarik dan antusias mencoba latihan ini. Lalu, sebenarnya apa itu pilates?
Pilates adalah bentuk latihan yang berfokus pada penguatan otot inti, terutama di bagian perut dalam, dengan tujuan memperbaiki postur tubuh serta meningkatkan kekuatan otot.
Hal ini dijelaskan oleh Fadilla Wijayanti, seorang pelatih dari Flou Pilates.
Dalam praktiknya, pilates termasuk kategori olahraga low impact dengan gerakan yang stabil dan minim tekanan pada sendi.
Latihan ini menggunakan beban yang ringan, sehingga tidak memberikan tekanan berlebih pada persendian.
“Jika dibandingkan dengan yoga, sekilas memang terlihat mirip. Namun, yang membedakan adalah artikulasi gerakannya.
Dalam pilates, targetnya adalah memastikan sendi dan tulang dapat merasakan susunan gerakan secara bertahap,” jelas Dilla—sapaan akrabnya—kepada Jawa Pos Radar Solo.
Selain meningkatkan kebugaran, pilates juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Gerakan dalam pilates membantu mengaktifkan kembali seluruh otot tubuh, sehingga metabolisme bekerja dengan lebih optimal. Ketika metabolisme tubuh seimbang dan stabil, maka tubuh akan terasa lebih sehat dan bugar,” tambahnya.
Bagi mereka yang baru ingin mencoba, Dilla menyarankan agar memperhatikan kondisi tubuh sebelum latihan.
Tubuh harus dalam keadaan fit, dan penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup sebelum memulai.
“Karena dalam pilates kita membutuhkan konsentrasi dan fokus, pastikan juga untuk membawa air minum serta mengenakan pakaian yang nyaman,” imbuhnya.
Selama melatih peserta, Dilla juga menemui berbagai tantangan, terutama terkait dengan kepercayaan diri peserta dalam menjalani latihan.
“Tantangan terbesar adalah ketidakpercayaan diri peserta terhadap kemampuan mereka sendiri.
Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang melibatkan penjelasan, dorongan motivasi, serta dukungan agar mereka yakin bahwa mereka mampu melakukannya,” ujar Dilla.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap pilates semakin meningkat, namun olahraga ini masih lebih banyak diminati oleh kalangan menengah ke atas.
“Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan memang sudah meningkat. Namun, pilates masih dianggap sebagai olahraga yang mahal, sehingga belum terlalu banyak diminati oleh masyarakat kelas menengah ke bawah,” ujarnya.
Di tempat Dilla mengajar, biaya latihan pilates untuk satu sesi kunjungan individu dibanderol sekitar Rp 180.000.
Namun, tersedia berbagai promo dan paket latihan yang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mencoba olahraga ini secara lebih terjangkau.
Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat, pilates berpotensi menjadi salah satu pilihan utama bagi mereka yang ingin menjaga kebugaran tubuh tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi.
Dengan semakin banyaknya informasi dan pilihan harga yang variatif, diharapkan olahraga ini bisa lebih menjangkau berbagai lapisan masyarakat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo