Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Dokter Tirta Balas Sindiran Andre Rosiade soal Pemain Timnas Indonesia yang Pura-Pura Cedera

Nur Pramudito • Rabu, 26 Maret 2025 | 19:03 WIB
Dokter Tirta balas sindiran politikus partai Gerindra Andrea Rosiade soal pemain Timnas Indonesia yang pura-pura cedera
Dokter Tirta balas sindiran politikus partai Gerindra Andrea Rosiade soal pemain Timnas Indonesia yang pura-pura cedera

SOLOBALAPAN.COM - Dokter Tirta balas sindiran Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade pasca kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain 1-0 dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Selasa (25/3/2025).

Andre Rosiade tengah jadi sorotan karena penyataannya yang menuding pemain Timnas Indonesia pura-pura cedera.

Dalam unggahannya, Andre Rosiade mengekspresikan rasa syukur atas kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain.

Tak lupa, Andre Rosiade juga mengapresiasi langkat tegas Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam membenahi internal tim.

"Alhamdulillah Indonesia Menang. Selamat Timnas Garuda. Selamat Chief @erickthohir yang secara tegas melakukan pembenahan di internal Timnas," tulis Andre di media sosial miliknya.

Selain itu, ia juga memuji bek Timnas Indonesia Rizky Ridho yang tampil solid di lini pertahanan Garuda selama 90 menit melawan Bahrain.

"Rizky Ridho membuktikan diri menjadi pahlawan di jantung pertahanan Indonesia," tambahnya.

Namun, yang membuat pernyataannya kontroversial adalah ketika Andre menyebut Timnas Indonesia tidak membutuhkan pemain yang berpura-pura cedera.

"Ini bukti Indonesia tidak butuh pemain yang pura-pura cedera padahal hasil MRI-nya menyatakan tidak cedera," tegasnya.

Ia bahkan menantang siapa pun yang meragukan klaimnya untuk mengecek langsung hasil tes medis pemain yang dimaksud.

"Yang enggak percaya silakan cek ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Cibubur," tulisnya lagi.

Lebih lanjut, dalam kolom komentar, Andre mengaku sadar bahwa pernyataannya akan memicu pro dan kontra.

Namun, menurutnya, kebenaran harus tetap diungkap.

"Meskipun pahit dan risiko diserang netizen, tapi kebenaran harus diungkap. Yang tidak puas, silakan cek aja di rumah sakit atau minta PSSI ungkap hasil MRI-nya. Tidak boleh ada pemain yang merasa lebih besar daripada Timnas," ujarnya.

 

Pernyataan Andre Rosiade langsung mendapat respons keras dari Dokter Tirta Mandira Hudhi.

Melalui unggahan di X pribadinya, dokter Tirta menegaskan bahwa kondisi kebugaran seorang atlet tidak bisa dinilai hanya dari hasil MRI semata. 

"Orang-orang ini enggak belajar medis dan sport medicine, tapi sok tahu banget komentar soal kebugaran atlet. Framing atlet nggak jelas," tulis dokter tirta.

"Pemain ini sudah jauh-jauh dari klub buat main di timnas. Dedikasi 100 persen. Strategi urusan pelatih, kebugaran urusan tim fisik, cedera urusan tim medis," sambungnya.

Dokter Tirta juga mempertanyakan logika di balik tudingan bahwa seorang pemain berpura-pura cedera.

"Kalau pemain yang bersangkutan ogah-ogahan, ngapain jauh-jauh ke Indonesia cuma buat main satu game terus balik lagi? Mana di klub dia jelas-jelas tumpuan. Mending dia santai aja di Belanda," tambahnya.

Menurutnya, faktor perjalanan panjang dan perbedaan iklim juga harus diperhitungkan.

"Dipikir terbang dari Belanda ke Australia transit berkali-kali itu enggak makan waktu? Gimana sih, hal sesimpel ini enggak bisa mikir," tegasnya.

Dokter Tirta lalu menantang orang-orang yang meragukan efek perjalanan panjang terhadap kondisi fisik atlet.

"Orang-orang terkait kalau enggak percaya, coba deh lari 10 km di Jakarta jam 20.00, lalu besoknya langsung terbang ke Belanda. Habis landing, langsung lari 10 km di Amsterdam tanpa istirahat. Bisa enggak?," tantangnya.

Lebih lanjut, Dokter Tirta juga menjelaskan secara medis mengapa Mees Hilgers lebih rentan mengalami cedera saat membela Timnas Indonesia dibanding ketika bermain di klubnya di Belanda.

"Mees Hilgers itu bukan orang Indonesia asli yang terbiasa dengan kelembaban 80 persen ke atas. Di Belanda sana udaranya lebih kering. Otomatis, kalau kita humidity 80 persen, keringat lebih cepat keluar," sambungnya.

"Ngerasain sendiri dong lari di Jakarta, belum apa-apa sudah basah keringat. Nah, kalau keringat keluar berlebihan, otomatis rentan dehidrasi. Efek sampingnya? Rentan kram," jelasnya.

Dokter Tirta juga menyoroti dampak jet lag yang dialami pemain seperti Hilgers.

"Jauh loh Belanda ke Australia. Rata-rata penerbangan memakan waktu 27 jam 9 menit sekali jalan. Kau kira Belanda-Australia itu seperti Jakarta-Bandung? Belum lagi transit-transitnya. Kemarin Mees dari Belanda ke Australia berapa kali transit? Baru dua hari aklimatisasi, langsung main dengan intensitas tinggi," bebernya.

Setelah kembali ke Belanda, kata Dokter Tirta, kondisi Hilgers membaik karena tubuhnya sudah kembali ke lingkungan yang lebih sesuai.

"Kenapa dia balik ke Belanda terus langsung fit? Ya karena iklim! Itu alasan banyak atlet lari maraton dari Indonesia yang sukses saat berlaga di luar negeri. Karena di sana udaranya lebih kering, jadi performa mereka lebih stabil," tambahnya.

Dokter Tirta menyesalkan adanya framing negatif yang terus berkembang tanpa dasar yang kuat.

"Kenapa sampai buat postingan ini? Karena sejak lawan Australia tempo hari, ada akun-akun di TikTok dan Instagram yang berprasangka ke beberapa pemain kita dari Belanda," ujarnya

"Udah aku jelasin satu-satu, eh hari ini makin ganas nuduhnya. Ya mau nggak mau harus dibantah, agar nggak jadi misinformasi," pungkas dokter Tirta.(np)

Editor : Nur Pramudito
#timnas indonesia #dokter tirta #Mees Hilgers #andre rosiade