SOLOBALAPAN.COM - Rizky Ridho, yang selalu menjadi pilihan utama di lini belakang Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong, harus rela menjadi pemain pengganti saat melawan Australia.
Pelatih Patrick Kluivert lebih memilih memainkan duet bek tengah debutan, Jay Idzes dan Mess Hilgers.
Hilgers mengalami cedera di menit ke-60 dan digantikan oleh Sandy Walsh. Tak lama berselang, Walsh juga mengalami cedera, memaksa Kluivert untuk menurunkan Ridho.
Dengan cederanya Hilgers dan Walsh, peluang Ridho untuk tampil sebagai starter saat melawan Bahrain malam nanti (25/3) semakin terbuka lebar.
Menanggapi cederanya kedua pemain belakang tersebut, Ridho menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pelatih.
"Siapapun yang bermain untuk timnas, pasti akan memberikan yang terbaik," ujar Ridho, seperti dikutip dari Jawa Pos.
Terkait opini publik yang menyebut trio Ridho, Justin Hubner, dan Idzes sebagai lini belakang terbaik Timnas Indonesia, Ridho menanggapinya dengan santai.
"Itu hanya pendapat orang luar. Kami di tim, siapapun yang dipilih pelatih, baik sebagai starter maupun dari bangku cadangan, akan memberikan yang terbaik," tegasnya.
Bek Persija Jakarta ini juga berharap masyarakat tidak lagi membanding-bandingkan pemain, demi kebaikan timnas.
Mengenai kesiapan mental tim pasca kekalahan dari Australia, Ridho mengakui kekecewaan para pemain. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi dan fokus pada laga penting melawan Bahrain.
"Kami harus bangkit. Kekalahan itu harus menjadi pelajaran. Kami masih memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia. Melawan Bahrain, kami harus waspada dan memiliki mental yang kuat, terutama mengingat provokasi dan keputusan kontroversial wasit di pertemuan pertama," jelas Ridho.
Ridho menegaskan bahwa wasit di luar kendali tim. "Yang terpenting, kami harus mempersiapkan diri lebih baik dari Bahrain dan meraih kemenangan," ujarnya. Ia juga mengakui kualitas Bahrain sebagai juara Piala Teluk, dan mengingatkan timnya untuk tidak meremehkan lawan. "Kami harus fokus pada kekuatan tim sendiri," pungkasnya. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto