Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Wah! Pemain Bahrain Sebut Teror Suporter Indonesia di GBK Bisa Jadi Bumerang, Siap Curi Poin di Kandang Garuda

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 25 Maret 2025 | 03:34 WIB
Skuad Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

SOLOBALAPAN.COM - Kepercayaan diri tinggi ditunjukkan oleh penyerang senior Bahrain, Ismail Abdullatif, jelang laga krusial menghadapi Timnas Indonesia.

Meski Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dipastikan akan dipadati puluhan ribu suporter Garuda, striker berusia 38 tahun itu mengaku tidak gentar sedikit pun.

Laga penting antara Indonesia kontra Bahrain akan digelar pada matchday kedelapan grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di SUGBK, Jakarta, pada Selasa (25/3) malam pukul 20.45 WIB.

Pertemuan ini menjadi laga kedua bagi kedua tim di fase kualifikasi ini.

Sebelumnya, pada Oktober 2024, duel sengit antara Bahrain dan Timnas Indonesia di Riffa berakhir imbang 2-2.

Kala itu, Bahrain berhasil menyamakan kedudukan berkat gol dramatis Mohamed Mahroon di menit-menit tambahan yang bahkan dianggap melebihi waktu injury time.

Hasil tersebut menimbulkan kekecewaan besar di kubu Indonesia, terutama bagi para suporter yang merasa tim lawan diuntungkan oleh keputusan wasit.

Sejak saat itu, fans Garuda bertekad membalas di laga kandang dengan memberikan "teror" melalui atmosfer stadion yang penuh sesak.

Antusiasme suporter sudah terlihat jelas dari penjualan tiket. Semua tiket untuk pertandingan Timnas Indonesia melawan Bahrain ludes hanya dalam waktu singkat.

Pihak Bahrain sendiri tidak mengambil jatah 3.000 tiket yang disediakan oleh PSSI, sehingga kuota tersebut kembali dijual untuk fans Indonesia.

Alhasil, Stadion GBK akan dipenuhi 100% oleh suporter Garuda.

Namun, semua tekanan dari tribun itu tak membuat Ismail Abdullatif risau. Penyerang klub Al-Khalidiya ini justru menyambut ramainya stadion dengan positif.

"Ya itu bagus (tiket terjual habis). Itu berarti kami akan menikmati pertandingan, insyaallah," kata Ismail Abdullatif saat diwawancarai di Lapangan ABC Senayan, Minggu (23/3) malam.

Bagi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Bahrain ini, kehadiran suporter bukanlah ancaman.

Menurutnya, atmosfer meriah justru akan menambah keseruan pertandingan, bahkan bisa memberi tekanan balik kepada tim tuan rumah.

"Buat kami itu bukan tekanan. Para suporter membuat pertandingan menjadi indah. Jadi itu bukan tekanan bagi kami, tapi mungkin tekanan bagi Indonesia," ujarnya penuh percaya diri.

Ismail juga menegaskan bahwa Bahrain datang ke Jakarta dengan persiapan matang. Ia menyadari bahwa pertandingan ini ibarat final karena kedua tim memiliki poin yang sama.

Oleh sebab itu, mereka akan bertarung habis-habisan demi membawa pulang poin dari Indonesia.

"Kami datang ke sini, kami tahu harus bermain melawan tim yang sulit seperti Indonesia. Mereka bermain dengan baik sebelumnya, dan kami tahu bahwa kami harus menghadapi tim yang bagus," jelas Ismail.

"Kami juga tahu bahwa pertandingan melawan Indonesia seperti final, karena kami memiliki poin yang sama. Jadi, jika kami kalah dalam pertandingan ini, kami akan membuat situasi menjadi sulit bagi tim lain untuk kembali bersaing," tutupnya.

Pertandingan nanti dipastikan akan berlangsung panas, bukan hanya di lapangan, tapi juga dari tribune penonton.

Dukungan masif dari puluhan ribu suporter bisa menjadi kekuatan tambahan bagi Timnas Indonesia, namun mereka juga harus mengelola tekanan itu agar tidak berubah menjadi beban.

Mentalitas pemain akan sangat diuji, terlebih lawan yang dihadapi memiliki pengalaman dan kepercayaan diri tinggi.

Garuda harus tampil fokus dan disiplin agar mampu meraih tiga poin penting dalam persaingan menuju Piala Dunia 2026. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#suporter #curi poin #bahrain #gbk #teror