Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ragnar Oratmangoen Ikut Sayangkan Pergantian Pelatih, Sebut Jadi Masalah Bagi Timnas Indonesia

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 22 Maret 2025 | 00:53 WIB
Ragnar Oratmangoen.
Ragnar Oratmangoen.

SOLOBALAPAN.COM - Kekalahan timnas Indonesia dengan skor 5-1 atas Australia memicu saling menyalahkan di kalangan pejabat dan pihak terkait.

Patrick Kluivert, pelatih Indonesia yang baru, menjadi salah satu yang paling banyak disorot.

Dalam pernyataannya, ia mengklaim bahwa timnya sudah memahami bagaimana menyusun strategi dengan baik.

Namun, alih-alih menerima tanggung jawab, Kluivert justru menyalahkan Kevin Diks sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Tindakan ini tidak diterima dengan baik oleh netizen, yang merasa bahwa pemain tidak seharusnya disalahkan begitu saja.

Sebaliknya, Ragnar Oratmangoen memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, pergantian pelatih yang terjadi pada momen yang sangat krusial adalah penyebab utama kekalahan Indonesia.

Oratmangoen mempertanyakan keputusan untuk mengganti pelatih pada waktu yang tidak tepat, meskipun keputusan tersebut adalah pilihan dari Presiden PSSI.

"Saya rasa kita memiliki penilaian yang sama kenapa harus sekarang (pergantian pelatih). Tapi di lain hal itulah yang kita pilih atau pilihan presiden (ketum PSSI). Tapi apa ini saat yang tepat untuk mengganti pelatih? Saya pikir itu masalahnya," ungkapnya.

Sejak pergantian pelatih, banyak netizen yang mengkritik keputusan Erick Tohir dan menunjukkan ketidakpuasan mereka atas kekalahan yang terjadi.

Tujuan utama pergantian pelatih adalah untuk meraih kemenangan, namun kenyataan justru jauh dari harapan tersebut.

Bahkan, di media sosial, tagar "Kluivert out" sempat menjadi trending topic di X, mencerminkan kekecewaan publik terhadap hasil yang diraih timnas Indonesia.

Jika dibandingkan dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae Yong, Patrick Kluivert belum dapat menyamai pencapaian yang diraih oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Pengamat sepak bola yang awalnya mendukung pergantian Shin Tae Yong juga mengakui bahwa Kluivert belum bisa memberikan dampak yang positif.

Kekalahan dengan skor 5-1 tersebut menjadi catatan terburuk dalam sejarah timnas Indonesia, yang belum pernah tercatat selama kepemimpinan Shin Tae Yong.

Namun, meskipun Indonesia menelan kekalahan pahit, Erick Tohir mengimbau kepada masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada tim nasional, baik dalam keadaan menang maupun kalah.

Di sisi lain, dengan kekalahan ini, tantangan Indonesia untuk lolos ke babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin berat.

Laga selanjutnya menghadapi Bahrain menjadi sangat krusial, karena Indonesia harus meraih kemenangan besar untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pelatih #timnas indonesia #Ragnar Oratmangoen #masalah