SOLOBALAPAN.COM - Meskipun para pendukung Timnas Indonesia datang dengan harapan tinggi untuk pertandingan melawan Australia, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Laga yang berlangsung di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3/2025) berakhir dengan kekalahan telak 5-1 bagi skuad Garuda, setelah mereka tertinggal tiga gol tanpa balas hanya dalam babak pertama.
Di awal laga, Timnas Indonesia sempat mendapat peluang emas.
Pada menit ke-8, Kye Rowles melakukan pelanggaran terhadap Rafael Struick di dalam kotak penalti, dan Indonesia mendapat kesempatan untuk mencetak gol melalui penalti.
Namun, eksekusi yang dilakukan Kevin Diks justru membentur mistar gawang, sebuah peluang yang sayangnya terbuang sia-sia.
Tak lama kemudian, situasi berubah drastis.
Pada menit ke-18, Martin Boyle sukses mengeksekusi penalti dengan sempurna, membawa Australia memimpin 1-0 setelah upaya Maarten Paes gagal menggagalkan tendangan tersebut.
Dua menit kemudian, Nishan Velupillay menggandakan keunggulan Australia menjadi 2-0.
Tak puas dengan itu, pada menit ke-35, Jackson Irvine menambah gol ketiga, menjadikan skor 3-0 untuk tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Australia yang nyaman dengan keunggulan besar menambah penderitaan Timnas Indonesia.
Pada menit ke-61, Lewis Miller menambah gol keempat bagi Australia, membuat skor menjadi 4-0.
Timnas Indonesia akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak pada menit ke-78, namun itu tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Di masa injury time, Jackson Irvine kembali mencetak gol, menutup laga dengan skor 5-1 untuk kemenangan Australia.
Kekalahan telak ini memicu reaksi kekecewaan yang besar di kalangan suporter Indonesia.
Banyak fans yang mengekspresikan rasa frustrasi mereka di media sosial, bahkan muncul hashtag #PatrickKluivertOut yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap performa tim dan strategi yang diterapkan oleh pelatih Patrick Kluivert.
Sebagian besar pendukung juga merindukan sosok Shin Tae-yong, pelatih sebelumnya, yang dianggap dapat memberikan dampak lebih positif terhadap perkembangan tim.
Kekalahan ini jelas menjadi pukulan berat bagi Timnas Indonesia, namun situasi ini juga memberikan pelajaran penting tentang bagaimana menghadapi tim-tim besar di level internasional.
Kini, para pemain dan pelatih harus bekerja keras untuk memperbaiki kesalahan dan kembali fokus untuk pertandingan berikutnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo