SOLOBALAPAN.COM - Timnas Indonesia akan melanjutkan perjuangan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada matchday ketujuh, dengan menghadapi Australia pada Kamis, 20 Maret.
Kedua tim ini akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih poin penuh demi menjaga harapan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pada pertemuan pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 10 September 2024, Timnas Indonesia mampu menahan imbang Australia dengan skor 0-0.
Meski Australia tampil dengan skuad terbaik, Garuda sukses menahan semua gempuran yang datang dari The Socceroos.
Kini, menjelang pertandingan kedua di Sydney, Australia tengah menghadapi kendala besar dengan banyaknya pemain kunci yang cedera.
Kondisi ini memberi harapan bagi Timnas Indonesia untuk meraih poin dalam pertandingan yang penuh tantangan ini.
Pelatih Australia, Tony Popovic, telah memanggil 26 pemain, termasuk enam pemain baru yang belum berpengalaman tampil di tim utama, untuk memperkuat skuad The Socceroos.
Dari starting XI yang tampil pada laga pertama, hanya lima pemain yang tetap tersedia untuk pertandingan kali ini, yaitu Jackson Irvine (gelandang), Mathew Ryan (kiper), Cameron Burgess (bek), Craig Goodwin (winger), dan Aziz Behich (bek kiri).
Mereka diharapkan bisa memberikan kontribusi besar bagi Australia dalam menghadapi Timnas Indonesia.
Di sisi lain, Timnas Indonesia semakin solid dengan hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat lini serang dan pertahanan mereka.
Pemain-pemain seperti Ole Romeny (penyerang), Emil Audero (kiper), Joey Pelupessy (gelandang), Dean James (bek), dan Kevin Diks (bek) menjadi kekuatan baru yang memberi optimisme tinggi.
Dengan tambahan pemain berkualitas ini, Timnas Indonesia siap memberikan perlawanan yang sengit bagi Australia.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi Garuda untuk mencuri poin dalam pertandingan lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Patrick Kluivert, pelatih baru Timnas Indonesia asal Belanda, membawa angin segar bagi timnas.
Gaya kepelatihannya yang belum terprediksi menjadi senjata utama Garuda, yang dapat membuat Australia kesulitan beradaptasi sepanjang pertandingan.
Kluivert diharapkan bisa memaksimalkan potensi para pemain serta merancang strategi yang tepat untuk mengatasi permainan Australia.
Pada laga terakhir, Australia hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Bahrain. Dua gol yang tercipta dari Bahrain terjadi akibat kesalahan fatal di lini belakang Australia.
Hal ini tentunya bisa dimanfaatkan oleh para penyerang Indonesia untuk memaksimalkan setiap peluang yang ada.
Pengamat sepak bola, Bung Ropan, menilai peluang Timnas Indonesia untuk meraih poin dalam pertandingan ini cukup besar.
Menurutnya, meskipun peringkat FIFA Indonesia tertinggal jauh, dalam sepak bola segalanya masih mungkin terjadi.
"Kita sudah membuktikannya dengan hasil imbang di GBK. Sekarang, dengan kekuatan baru dan rasa percaya diri yang tinggi, minimal satu poin adalah target yang realistis," kata Bung Ropan.
Namun, Indonesia juga perlu berhati-hati dengan dua pemain andalan Australia, Martin Boyle dan Craig Goodwin, yang keduanya berhasil mencetak gol dalam pertemuan di Piala Asia 2023.
Kedua pemain ini bisa menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Indonesia, yang harus tampil solid dan disiplin agar tidak kecolongan.
Realistis atau Optimis Menang?
Melihat kondisi saat ini, bisa dibilang lebih realistis bagi Timnas Indonesia untuk fokus pada pencapaian satu poin dalam laga melawan Australia, meskipun optimisme untuk meraih kemenangan tetap ada.
Peringkat FIFA Indonesia memang masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Australia, yang secara tradisional lebih kuat di kawasan Asia dan memiliki pemain-pemain bertalenta tinggi.
Namun, dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi, seperti yang sudah dibuktikan Indonesia saat bermain imbang melawan Australia di pertemuan pertama di GBK.
Dengan kekuatan baru yang dimiliki Timnas Indonesia, terutama dengan tambahan pemain-pemain keturunan yang memperkuat lini serang dan pertahanan, serta kehadiran pelatih baru, Patrick Kluivert bisa memberikan nuansa berbeda dalam permainan.
Oleh karena itu, meski peringkat FIFA Indonesia tidak begitu tinggi, dengan permainan yang solid dan penuh strategi, mengharapkan satu poin dari laga ini adalah hal yang realistis dan bisa dijadikan target yang tepat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo