Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kenapa Quentin Jakoba Dipanggil Mas Azriel dan Jomok? Merasa Terbully, Pelatih Fisik Timnas Indonesia Lakukan Hal Ini

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 18 Maret 2025 | 02:19 WIB
Quentin Jakoba dan Patrick Kluivert.
Quentin Jakoba dan Patrick Kluivert.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar kurang menyenangkan datang dari pelatih fisik Timnas Indonesia, Quentin Jakoba.

Baru-baru ini, ia mengalami perlakuan kurang pantas dari beberapa warganet.

Sebelumnya, Quentin telah ditunjuk oleh PSSI sebagai performance coach untuk membantu Timnas Indonesia mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2026.

Profil Quentin Jakoba

Quentin Jakoba, yang berasal dari Tilburg, Belanda, memiliki latar belakang sebagai pesepak bola profesional.

Ia memulai karier sepak bolanya di akademi Willem II dan Sparta Rotterdam, kemudian melanjutkan perjalanan kariernya di Eerste Divisie bersama FC Eindhoven pada 2008.

Sebagian besar kariernya dihabiskan di level ketiga dan keempat Liga Belanda, memperkuat tim-tim seperti Kozakken Boys dan ASWH.

Sebagai bek tengah, ia juga pernah memperkuat Timnas Curacao dengan mencatatkan sembilan penampilan, di mana ia pertama kali bekerja sama dengan Patrick Kluivert.

Setelah pensiun pada Juli 2020, Quentin memilih beralih ke dunia kepelatihan kebugaran.

Ia mulai bekerja di Kozakken Boys, klub yang pernah dibelanya, sebelum kemudian ditarik oleh Timnas Curacao.

Di bawah kepelatihan beberapa pelatih ternama seperti Patrick Kluivert, Guus Hiddink, dan Remko Bicentini, ia bertanggung jawab atas kebugaran pemain.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai performance coach di NAC Breda pada 2021 dan Adana Demirspor saat Kluivert melatih klub Turki tersebut pada 2023.

Batasi Kolom Komentar Instagram karena Komentar Seksis

Meski perannya sebagai pelatih fisik mendapat sorotan positif, interaksi Quentin di media sosial justru menjadi masalah.

Setelah pengumuman keterlibatannya dengan Timnas Indonesia, unggahannya dibanjiri komentar-komentar dari warganet yang banyak di antaranya bersifat seksis dan tidak pantas.

Seperti contoh panggilan jomok, mas azriel yang mengarah ke pelecehan.

Terganggu dengan respons yang tidak profesional tersebut, Quentin pun memilih untuk membatasi kolom komentar di Instagramnya.

Langkah ini diambil untuk menjaga citra profesionalnya dan menghindari gangguan dari komentar yang tidak relevan dengan tugas dan pekerjaannya sebagai pelatih di Timnas Indonesia.

Keputusan Quentin untuk membatasi komentar di media sosial ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Banyak yang menilai bahwa sebagai seorang pelatih, Quentin harus dihargai atas kemampuan dan kontribusinya.

Ia seharusnya tidak menjadi sasaran komentar yang merendahkan atau tidak sopan di platform media sosial.

Dengan kehadiran Quentin dan tim pelatih lainnya, diharapkan Timnas Indonesia dapat meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk mewujudkan impian berlaga di Piala Dunia 2026.

Langkah ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memberikan komentar di media sosial, terutama terhadap profesional yang bekerja keras untuk membangun prestasi di dunia olahraga.

Semoga dengan adanya pembatasan ini, diskusi seputar Timnas Indonesia bisa lebih fokus pada hal-hal yang relevan dan mendukung kemajuan tim. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#timnas indonesia #Quentin Jakoba #pelatih fisik #jomok #mas azriel