SOLOBALAPAN.COM - Witan Sulaeman, winger Persija Jakarta, harus menerima kenyataan pahit ketika daftar pemain Timnas Indonesia untuk periode Maret 2025 diumumkan.
Nama pemain berusia 23 tahun ini tidak lagi masuk dalam skuad Garuda, julukan Timnas Indonesia, yang saat ini dilatih oleh Patrick Kluivert.
Bagi banyak penggemar sepak bola Indonesia, nama Witan Sulaeman sudah tidak asing lagi.
Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah, ini telah lama menjadi bagian dari Timnas Indonesia, mulai dari level kelompok usia hingga senior.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Witan telah mencatatkan 121 pertandingan bersama Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur, mulai dari U-19, U-22, U-23, hingga level senior.
Di level senior, Witan telah bermain dalam 46 pertandingan dan berhasil mencetak 9 gol untuk Timnas Indonesia, sebuah capaian yang impresif untuk pemain yang baru debut di level senior pada 2021.
Sejak masa pelatihan Shin Tae-yong, Witan Sulaeman sering dipanggil dan mendapat kesempatan bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dari 14 pertandingan yang dilakoni Timnas Indonesia, Witan hanya dua kali absen dalam skuad, yaitu pada periode Juni 2024 karena ia sedang menjalani ibadah haji.
Pada periode lainnya, Witan selalu dipanggil dan tampil cukup reguler, meskipun tidak selalu menjadi starter atau bermain selama 90 menit.
Bahkan, dia hanya sekali duduk di bangku cadangan, yang terjadi pada pertandingan terakhir Timnas Indonesia melawan Arab Saudi pada November 2024.
Namun, pada periode Maret 2025, Witan Sulaeman untuk pertama kalinya tidak dipanggil ke Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert.
Posisi Witan digantikan oleh Septian Bagaskara, pemain yang sedang menunjukkan performa impresif bersama Dewa United FC.
Mengapa Witan tidak dipanggil kali ini? Meskipun belum ada penjelasan resmi dari PSSI atau pelatih Patrick Kluivert, ada dugaan kuat bahwa alasan utama adalah karena performa Witan di klub.
Penampilannya di Liga 1 Indonesia bersama Persija Jakarta musim 2024/2025 memang kurang memuaskan.
Hingga pekan ke-25, Witan tercatat hanya tampil sembilan kali sebagai starter dari 22 pertandingan yang dimainkan Persija. Sementara itu, 13 pertandingan lainnya dia hanya tampil dari bangku cadangan.
Kontribusi Witan di musim ini juga terbilang minim. Dia belum mencetak satu gol pun, meskipun telah menyumbang empat assist di Liga 1.
Penampilannya juga terlihat kurang impresif, bahkan saat Patrick Kluivert menyaksikan langsung pertandingan Persija.
Misalnya, dalam laga melawan PSBS Biak yang berakhir imbang 2-2, Witan hanya bermain 31 menit sebagai pemain pengganti dan menerima kartu kuning.
Dalam pertandingan melawan Dewa United FC, Witan hanya tampil selama 8 menit.
Minimnya menit bermain ini juga sempat dibahas oleh Mohamad Prapanca, Presiden Klub Persija Jakarta.
Prapanca mengungkapkan bahwa Witan belum berhasil menarik perhatian pelatih Carlos Pena, yang membuatnya sulit mendapatkan tempat utama di skuad.
“Waktu latihan biasanya para pemain berusaha untuk semaksimal mungkin memberikan kondisi terbaik agar bisa masuk line-up. Kalau dari sisi Persija, mungkin coach (Carlos Pena) belum melihat Witan maksimal,” jelas Prapanca.
Prapanca juga memberikan pendapat mengenai kemungkinan Witan tidak dipanggil ke Timnas Indonesia, dengan menyebutkan faktor banyaknya pemain naturalisasi yang masuk ke timnas.
“Dengan banyaknya naturalisasi, mungkin statistik (pemain lain) terlihat ada yang menurun karena masuknya pemain baru.
Jika performa pemain menurun, mungkin itu jadi salah satu alasan kenapa Witan tidak dipanggil,” kata Prapanca, menambahkan bahwa Witan tidak mengalami cedera yang menghalangi panggilan ke timnas.
Dengan situasi ini, Witan harus menghadapi kenyataan bahwa posisinya di Timnas Indonesia kini terancam.
Tentu saja, untuk kembali dipanggil, Witan perlu menunjukkan peningkatan performa baik di level klub maupun internasional.
Jika ia dapat kembali ke performa terbaiknya, tidak menutup kemungkinan namanya akan kembali masuk dalam skuad Garuda di masa mendatang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo