SOLOBALALAPAN.COM - PSSI baru saja mengumumkan skuad sementara yang akan memperkuat timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga.
Pengumuman ini disambut antusias oleh para penggemar timnas, yang sudah menantikan nama-nama pemain yang akan mengisi skuad Garuda dalam pertandingan yang mendatang.
Meski demikian, pengumuman tersebut masih bersifat sementara, karena masih ada beberapa pemain yang menunggu hasil proses naturalisasi.
Beberapa nama yang sebelumnya dipanggil oleh pelatih Shin Tae Yong juga masih mendapat kesempatan untuk kembali dipanggil oleh pelatih Indonesia saat ini, Patrick Kluivert.
Namun, yang menarik adalah adanya dua pemain yang dipanggil meskipun memiliki menit bermain yang sangat terbatas di klub mereka masing-masing.
Kedua pemain tersebut adalah Nathan Tjoe A On dan Rafael Struick.
Walaupun keduanya jarang tampil di klub, Patrick Kluivert tetap memberikan perhatian khusus dan memanggil mereka ke timnas Indonesia.
Hal ini sedikit bertentangan dengan pernyataan Kluivert saat pertama kali menjadi pelatih timnas Indonesia.
Sebelumnya, Kluivert sempat menegaskan bahwa para pemain yang akan dipilih untuk mengisi skuad Garuda adalah mereka yang memiliki menit bermain yang cukup di klubnya.
Ia bahkan menambahkan bahwa jika seorang pemain tidak mendapatkan kesempatan bermain di klubnya, maka kemungkinan besar pemain tersebut tidak akan dipanggil ke timnas Indonesia.
Tujuannya, tentu saja, agar para pemain tetap dalam kondisi fisik yang prima dan siap bersaing di level internasional.
“Jika para pemain tidak memiliki menit bermain yang cukup, maka kesempatan untuk memperkuat timnas Indonesia tidak akan diberikan.
Kami tidak hanya melihat dari menit bermain, tetapi kami juga mendiskusikan dengan pelatih fisik para pemain di klub masing-masing. Beberapa pemain ada yang memiliki waktu bermain yang banyak, ada yang tidak memiliki menit bermain.
Tujuannya adalah agar para pemain bisa tampil selevel dengan pemain lawan dan itu sangat penting untuk kami,” ujar Patrick Kluivert.
Pemanggilan Nathan Tjoe A On menjadi kejutan tersendiri. Pasalnya, Nathan yang saat ini bermain untuk Swansea City di Liga Inggris, tidak tampil secara reguler di klubnya.
Dari tiga kompetisi yang diikuti Swansea musim ini, Nathan hanya tampil dalam tiga pertandingan saja—dua di Piala Carabao dan satu di Championship.
Total menit bermainnya pun hanya mencapai 127 menit.
Rafael Struick juga tidak jauh berbeda. Pemain berusia 21 tahun ini saat ini bermain di Liga Australia bersama Brisbane Roar. Meskipun catatan menit bermainnya sedikit lebih baik dibandingkan Nathan, Struick hanya mengoleksi 239 menit bermain.
Bahkan, dalam 10 pertandingan yang telah dijalaninya bersama Brisbane Roar, Struick baru mencetak satu gol.
Keputusan Kluivert untuk memanggil kedua pemain tersebut meski memiliki catatan menit bermain yang terbatas tentu menimbulkan berbagai pertanyaan.
Namun, pengumuman ini masih bersifat sementara, dan bisa jadi ada perubahan setelah proses naturalisasi tiga pemain lain yang tengah dalam proses.
Ketiga pemain tersebut diperkirakan akan segera bergabung dengan timnas Indonesia jika mereka telah menyelesaikan proses naturalisasi dan sumpah Warga Negara Indonesia (WNI).
Mengenai posisi Nathan Tjoe A On, ada kemungkinan besar bahwa ia akan digantikan oleh Dean James, yang juga sedang dalam proses naturalisasi.
Dean James yang berposisi sama di sayap kiri pertahanan, memiliki catatan menit bermain yang jauh lebih baik dibandingkan Nathan, sehingga ia bisa menjadi alternatif yang lebih menjanjikan untuk mengisi posisi tersebut dalam skuad timnas Indonesia.
Menarik untuk menunggu perkembangan lebih lanjut terkait skuad timnas Indonesia, apalagi dengan adanya beberapa nama pemain baru yang akan bergabung. Perubahan-perubahan dalam daftar pemain sementara ini masih mungkin terjadi, tergantung pada proses administratif dan kesiapan fisik para pemain.
Diharapkan, dengan kombinasi pemain yang solid, timnas Indonesia dapat memberikan penampilan terbaiknya dalam kualifikasi Piala Dunia mendatang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo