Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tampang Teguh Ari Pelaku Rasisme ke Calvin Bassey, Kini Federasi Sepakbola Nigeria Ikut Buka Suara

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 7 Maret 2025 | 01:44 WIB
Teguh Ari pelaku Rasisme ke Calvin Bassey.
Teguh Ari pelaku Rasisme ke Calvin Bassey.

SOLOBALAPAN.COM - Setelah kemenangan Fulham atas Manchester United yang membawa mereka ke perempat final Piala FA, Calvin Bassey, pemain Fulham, harus mengalami pelecehan rasis yang sangat menyakitkan.

Kemenangan tersebut terjadi pada pertandingan yang digelar di Stadion Old Trafford pada Minggu, 2 Maret 2023, di putaran kelima Piala FA.

Namun, setelah pertandingan tersebut, sebuah insiden memalukan muncul yang melibatkan seorang pendukung Manchester United.

Yang mengejutkan, pelaku pelecehan rasisme ini adalah seorang pria asal Indonesia yang bernama Teguh Ari.

Dia mengirimkan pesan rasis kepada Bassey melalui akun Instagram dengan nama @tghri***.

Pesan-pesan yang dikirimkan sangat kasar dan tidak pantas, seperti yang terlihat dalam tangkapan layar (screenshot) pesan langsung yang dibagikan oleh Bassey melalui Instagram Story-nya.

Dalam pesan tersebut, Teguh Ari menulis kata-kata kebencian yang sangat keji: “BLAC* YOU, Anj*ng GUE BNUH LO KNT*L."

Tindakan tersebut segera memicu kecaman keras dari netizen Indonesia yang merasa malu dan terhina dengan perbuatan pelaku.

Banyak yang menilai bahwa tindakan tersebut mencoreng citra negara, mengingat sepak bola adalah olahraga yang menyatukan banyak orang dari berbagai ras dan latar belakang.

Setelah insiden ini, Fulham mengeluarkan pernyataan resmi melalui situs web mereka.

Klub asal London tersebut menyatakan sangat mengutuk perilaku rasis yang diterima Bassey dan menegaskan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di dalam dunia sepak bola maupun dalam masyarakat secara umum.

“Fulham mengutuk keras perilaku tercela ini, dan tidak ada tempat bagi tindakan rasisme dalam sepak bola maupun dalam masyarakat,” bunyi pernyataan tersebut.

“Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melacak pesan yang dikirimkan oleh pelaku keji ini,” tambah pernyataan itu, yang kemudian menekankan upaya klub untuk mengidentifikasi pelaku dan mengambil langkah tegas terhadapnya.

Fulham juga menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai inklusivitas dan menciptakan lingkungan yang penuh rasa hormat.

"Kami tetap berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan tanpa diskriminasi dan berusaha keras untuk menciptakan lingkungan yang penuh rasa hormat serta inklusivitas," demikian lanjutan pernyataan tersebut.

Selain itu, insiden ini menarik perhatian dari Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF), yang juga angkat bicara.

“NFF menentang tegas segala bentuk diskriminasi, termasuk pelecehan rasial, dan sepenuhnya mendukung Calvin Bassey dalam menghadapi tindakan yang tidak dapat diterima ini,” tulis pihak Federasi Sepak Bola Nigeria melalui akun resmi mereka.

Mereka juga menambahkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua pemain.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan penuh hormat bagi semua pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan,” lanjut pernyataan tersebut.

Insiden ini memberikan pengingat keras bahwa diskriminasi dan rasisme tidak hanya merugikan individu yang menjadi korban, tetapi juga bisa mencoreng nama baik negara di kancah internasional.

Meskipun peristiwa ini menyedihkan, itu menunjukkan pentingnya untuk melawan segala bentuk diskriminasi dalam dunia olahraga, agar sepak bola tetap menjadi ajang yang menyatukan berbagai orang tanpa memandang ras, latar belakang, atau identitas lainnya.

Rasisme dalam bentuk apa pun harus ditanggulangi dengan tegas, dan setiap orang harus bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan penuh rasa hormat. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Calvin Bassey #teguh ari #rasisme #tampang #nigeria