Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

5 Pemain Langganan Timnas Indonesia yang Terancam Tak Dipanggil Patrick Kluivert Imbas Penurunan Performa

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 4 Maret 2025 | 23:43 WIB
Rafael Struick saat menghadapi Korea Selatan dan mencetak dua gol kemenangan
Rafael Struick saat menghadapi Korea Selatan dan mencetak dua gol kemenangan

SOLOBALAPAN.COM - Beberapa pemain Timnas Indonesia yang berkompetisi di BRI Liga 1 2024/2025 menunjukkan penurunan performa yang signifikan.

Hal ini tentu menjadi perhatian menjelang lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang bisa berdampak pada nasib mereka dalam skuad Garuda ke depannya.

Namun, tak semua pemain mengalami kemerosotan performa. Sebagian dari mereka tetap menunjukkan kualitas terbaik bersama klub masing-masing.

Sebagai contoh, Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya tampil luar biasa, membawa Dewa United naik ke papan atas BRI Liga 1 2024/2025.

Selain itu, ada Rizky Ridho dan Muhammad Ferarri yang menjadi kekuatan utama di lini belakang Persija Jakarta.

Tak ketinggalan Yakob Sayuri yang juga memperlihatkan performa menjanjikan bersama Malut United.

Sayangnya, tidak semua pemain Timnas Indonesia di BRI Liga 1 mampu mengikuti jejak tersebut.

Beberapa di antaranya kesulitan menemukan performa terbaik, yang membuat peluang mereka untuk masuk skuad Timnas di masa depan semakin terancam.

Sejumlah pemain bahkan mulai kehilangan tempat utama di tim mereka, dengan kesempatan bermain yang semakin terbatas.

Bahkan, ada yang terhambat oleh cedera yang membuat mereka semakin sulit untuk menunjukkan kualitasnya.

Berikut adalah pemain-pemain yang performanya menurun di BRI Liga 1.

Ernando Ari Sutaryadi

Kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, menghadapi masa sulit di BRI Liga 1 2024/2025.

Performanya di bawah mistar gawang dinilai belum memuaskan. Dari lima pertandingan terakhir, Ernando hanya mampu menjaga gawangnya tetap bersih satu kali.

Secara keseluruhan, ia sudah kebobolan enam gol dalam lima laga terakhir.

Kondisi ini membuat Ernando harus berusaha lebih keras untuk menemukan konsistensi, mengingat persaingan ketat di posisi penjaga gawang.

Selain Maarten Paes, ada kabar bahwa Emil Audero juga akan dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia, semakin memperumit posisi Ernando di tim.

Hokky Caraka

Kiprah Hokky Caraka bersama PSS Sleman mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada awal musim 2024/2025, pemain muda berusia 20 tahun ini tampil cukup baik sebagai andalan utama di lini serang, dengan torehan tiga gol dan satu assist di putaran pertama.

Namun, performanya mulai menurun setelah absen untuk memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.

Sejak itu, Hokky kehilangan tempat sebagai starter dan jarang tampil lebih dari 20 menit di babak kedua.

Kesempatan bermain yang terbatas ini tentu menjadi masalah besar bagi pemain yang memiliki potensi besar untuk berkembang.

Witan Sulaeman

Witan Sulaeman, yang musim lalu tampil cukup impresif bersama Persija Jakarta, kini menghadapi tantangan berat.

Pemain berusia 23 tahun ini mulai kehilangan tempat di starting lineup di bawah arahan pelatih Carlos Pena.

Dari total 21 penampilan musim ini, Witan hanya delapan kali tampil sebagai starter dan mencatatkan empat assist.

Situasi ini mengancam posisi Witan dalam Timnas Indonesia.

Menit bermain yang terbatas membuatnya kesulitan untuk menunjukkan kualitas terbaiknya kepada pelatih Patrick Kluivert.

Jika kondisi ini berlanjut, Witan berisiko terlewatkan dalam pemanggilan ke Timnas Indonesia.

Malik Risaldi

Malik Risaldi, winger berusia 28 tahun yang bermain untuk Persebaya Surabaya, juga mengalami penurunan performa.

Ia belakangan tidak dibawa dalam dua pertandingan terakhir Persebaya di BRI Liga 1 2024/2025, yang disebabkan oleh cedera fraktur pada jari kakinya.

Cedera ini tentunya menjadi hambatan besar bagi Malik, yang harus menjalani pemulihan.

Jika kondisi ini berlanjut dan ia terus absen, peluangnya untuk membela Timnas Indonesia dalam pertandingan penting melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025 bisa terancam.

Rafael Struick

Rafael Struick, pemain muda Indonesia yang kini bermain untuk Brisbane Roar di A-League Australia, juga menjadi perhatian terkait penurunan performanya dalam beberapa waktu terakhir.

Sejak bergabung dengan Brisbane Roar ia hanya mampu mencetak 1 gol dalam 9 laga.

Penurunan performa yang dialami sejumlah pemain Timnas Indonesia di BRI Liga 1 ini menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya persaingan di level internasional seperti Kualifikasi Piala Dunia.

Bagi para pemain yang kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya, ini menjadi kesempatan terakhir untuk membuktikan diri sebelum pemanggilan selanjutnya.

Terlepas dari hal tersebut, para pemain yang tampil impresif, seperti Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya, tentu dapat memberi optimisme bagi masa depan Timnas Indonesia.

Diharapkan, para pemain yang mengalami penurunan performa dapat segera bangkit dan menunjukkan kualitas mereka agar tetap bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#timnas indonesia #patrick kluivert #pemain