SOLOBALAPAN.COM - Striker PSIM Yogyakarta, Rafael Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha, kini berada dalam ketidakpastian setelah kontraknya berakhir musim ini.
Meskipun telah memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan PSIM Yogyakarta menjuarai Liga 2 Indonesia musim ini, masa depannya masih belum jelas.
Rafinha menjadi salah satu pahlawan dalam laga final kontra Bhayangkara FC pada Rabu, (26/2), dengan mencetak gol indah melalui tendangan bebas yang langsung menghujam gawang Awan Seto Raharjo.
Dengan 20 gol yang dicetaknya sepanjang musim, Rafinha juga berhasil menempati posisi kedua sebagai top skor Liga 2, hanya kalah dari Ramai Rumakiek yang mencetak 21 gol.
Catatan tersebut menunjukkan ketajamannya sebagai seorang striker bertipe predator.
Namun, meskipun tampil impresif bersama Laskar Mataram, Rafinha mengaku belum tahu soal kelanjutan kariernya di PSIM Yogyakarta.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun X Jebreet Media (27/2), ia mengungkapkan, “Situasi rumit. Saya belum bisa mengatakannya sekarang, saya belum tahu masa depanku.”
Kontrak Rafinha dengan PSIM Yogyakarta habis pada akhir musim ini, dan meskipun ia telah menunjukkan performa luar biasa, masa depannya masih belum dipastikan.
Rafinha sendiri mengaku sudah berbicara dengan manajemen PSIM mengenai kemungkinan perpanjangan kontrak, tetapi belum ada keputusan final yang dapat diungkapkan.
“Saya sedang berbicara dengan Liana Tasno. Saya harap semuanya akan baik-baik saja. Tapi saya belum bisa bilang saya akan bertahan atau pergi. Saya sudah berbicara (perpanjangan kontrak bersama PSIM). Tapi, kita lihat akan seperti apa ke depannya,” jelas Rafinha.
PSIM Yogyakarta memang bisa dianggap sebagai klub yang telah membesarkan nama Rafinha di kancah sepak bola Indonesia, berkat performa gemilangnya dan dukungan dari elemen suporter yang luar biasa.
Meski demikian, Rafinha mengakui bahwa dirinya juga tengah menjadi incaran klub-klub lain berkat kemampuan dan torehan golnya yang impresif, serta statusnya sebagai pemain terbaik Liga 2 musim ini.
"Saya sudah mendapat tawaran dari klub lain, tapi PSIM akan tetap jadi prioritas pertama. Saya ingin tinggal di Jogja, saya suka kotanya, saya suka klubnya, saya jatuh cinta dengan semuanya. Saya berharap semuanya akan baik-baik saja," ujar Rafinha.
Beberapa klub memang telah menunjukkan ketertarikan terhadap Rafinha, namun sang striker menegaskan bahwa PSIM Yogyakarta masih menjadi pilihannya yang utama.
Rafinha menilai hubungan yang terjalin dengan klub dan pendukungnya membuatnya merasa betah di Yogyakarta.
Sebelum meraih sukses bersama PSIM, ketajaman Rafinha sudah terlihat sejak ia bermain di Liga Laos bersama Master FC pada musim 2022/2023.
Di sana, ia berhasil mencetak 28 gol dari 16 pertandingan.
Ia kemudian bergabung dengan PSCS Cilacap di Liga 2 Indonesia pada musim 2023/2024, di mana ia berhasil menyumbangkan 9 gol dari 17 pertandingan.
Keputusan Rafinha untuk bertahan atau berpindah klub akan sangat bergantung pada kesepakatan yang tercapai antara dirinya dan manajemen PSIM Yogyakarta.
Bagi banyak penggemar, harapan terbesar adalah melihat Rafinha tetap berseragam biru dan terus berkontribusi dalam upaya PSIM untuk meraih prestasi di Liga 1.
Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, Rafinha tentu akan menjadi aset berharga bagi setiap klub yang berusaha mendatangkannya.
Namun, keputusannya untuk tetap bersama PSIM menunjukkan betapa besar ikatan emosional yang terjalin antara dirinya dengan klub dan kota Yogyakarta. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo