SOLOBALAPAN.COM - Rafael de Sá Rodrigues, yang lebih dikenal dengan nama Rafinha, kini menjadi pemain yang sangat diandalkan di lini depan PSIM Jogja.
Pemain berusia 32 tahun ini baru saja menunjukkan kemampuannya dengan mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas saat timnya berhasil mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 1-0 di Stadion Manahan, Solo, pada Rabu (26/2).
Sejauh musim ini, Rafinha telah mencetak total 20 gol dalam 22 pertandingan Liga 2, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak di kompetisi tersebut.
Hanya penyerang Persipura, Ramai Rumakiek, yang memiliki koleksi gol sedikit lebih banyak dengan 21 gol.
Namun, meskipun memiliki karakter yang tenang dan dingin di lapangan, gaya hidup Rafinha di luar pertandingan sangat berbeda.
Di media sosial, dia menunjukkan sisi humoris dan kocaknya yang tak terbendung.
Salah satunya, setelah PSIM berhasil melaju ke final Liga 2, Rafinha bersama komika Jogja, Candra Mukti atau yang akrab disapa Mukti Entut, memposting sebuah pantun lucu yang sedang viral.
Dalam unggahannya, Rafinha mengucapkan:
“Ubur-ubur ikan lele, PSIM Liga 1 lee,”
“Ubur-ubur ikan lele, Let’s Go Solo Lee,”
Selain itu, Rafinha juga dikenal sebagai eksekutor penalti yang andal. Dari 20 gol yang dia ciptakan musim ini, 5 di antaranya datang dari titik penalti.
Gol-gol tersebut tercipta dalam laga melawan Persikas Subang (12/10), Nusantara United (1/12), Bhayangkara FC (19/12), Deltras Sidoarjo (12/2), dan PSPS Pekanbaru (17/2).
Tak hanya itu, Rafinha juga mencatatkan dua gol dalam beberapa pertandingan Liga 2, yaitu ketika melawan Adhyaksa FC (15/9), Persikas Subang (12/10), dan Deltras Sidoarjo (12/2).
Puncak dari performa impresifnya terjadi saat dia mencetak hat-trick dalam pertandingan melawan Nusantara United (1/12), yang berakhir dengan kemenangan telak 5-0 untuk PSIM.
Dalam hal distribusi gol, sebagian besar gol Rafinha musim ini tercipta pada babak kedua. Sebanyak 13 gol lahir di babak kedua, sementara 6 gol lainnya tercipta di babak pertama.
Tidak hanya jago dalam mencetak gol, Rafinha juga dikenal karena selebrasi golnya yang unik dan penuh keceriaan.
Selebrasinya sering kali melibatkan gerakan-gerakan lucu, seperti menggoyangkan pinggul atau mengaduk kopi, yang semakin menegaskan karakternya yang suka bercanda.
Terbaru, dalam final melawan Bhayangkara FC, dia merayakan golnya dengan gaya seolah sedang ditangkap oleh polisi, menambah kesan kocak yang semakin membuat suporter PSIM tertawa.
Kini, dengan membawa PSIM menjuarai Liga 2, Rafinha semakin menjadi idola bagi para suporter setia Brajamusti dan The Maident.
Bagi mereka, Rafinha bukan hanya seorang striker andalan, tetapi juga seorang pemain yang mampu menghibur dan membuat suasana semakin hidup, baik di dalam maupun luar lapangan.
Rafinha kini tak hanya dikenang sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai sosok yang dekat dengan suporter.
Sikap ramahnya dan kemampuannya untuk bercanda membuat dirinya semakin dicintai oleh fans PSIM Jogja.
Keberhasilan membawa PSIM ke level lebih tinggi tentu akan menjadi catatan penting dalam kariernya, tetapi tentu saja, karakter kocak dan rendah hati Rafinha tetap menjadi daya tarik utama bagi para penggemarnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo