SOLOBALAPAN.COM - PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) baru-baru ini mengumumkan penunjukan Jordi Cruyff sebagai Penasihat Teknis untuk Tim Nasional Indonesia.
Keputusan ini menarik perhatian publik, menimbulkan banyak pertanyaan tentang peran dan tanggung jawab apa saja yang akan dijalankan oleh pria kelahiran Belanda tersebut.
Pada hari Selasa (24/2), PSSI menandatangani kontrak dengan Jordi Cruyff, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Olahraga.
Penunjukan ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya PSSI sempat menyatakan akan mengumumkan posisi direktur teknik pada akhir Februari.
Namun, alih-alih menjadi direktur teknik, Cruyff justru diberi tugas sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia, sebuah keputusan yang memunculkan berbagai spekulasi mengenai apa yang akan dia kerjakan dalam perannya ini.
Untuk memberikan penjelasan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun angkat bicara.
Dalam sebuah pernyataan di Menara Danareksa, Jakarta, Erick mengungkapkan bahwa tugas utama Jordi Cruyff adalah memberikan masukan teknis yang berkaitan dengan filosofi permainan sepak bola Indonesia.
"Tugas utamanya, membantu memberikan masukan secara teknikal dan memperbaiki serta mengembangkan filosofi sepakbola kami," ujarnya.
Tak hanya itu, PSSI juga memberikan kepercayaan kepada Jordi untuk mencari sosok yang tepat sebagai direktur teknik Timnas Indonesia.
Erick Thohir menjelaskan bahwa federasi sepak bola Indonesia memerlukan seseorang dengan keahlian dan pengalaman seperti Jordi untuk memastikan proses pencarian direktur teknik berjalan dengan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan.
"Dia akan mencari direktur teknik kami, itu saya sampaikan. Karena dengan posisi kita hari ini, tidak mudah merekrut individu-individu untuk sekadar bergabung tanpa kami membuat tim yang baik," tambah Erick.
Selain berperan dalam pencarian direktur teknik, tugas lain yang akan diemban oleh Jordi Cruyff adalah berinteraksi dengan para pelatih di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Melalui pertemuan dengan para pelatih, Jordi akan memberikan saran terkait pengembangan sepak bola Indonesia, termasuk meninjau kembali program Filanesia, sebuah filosofi sepak bola yang telah dibangun sejak tahun 2017.
Erick Thohir memastikan bahwa langkah ini diambil agar semua individu yang bergabung dalam program ini bisa memahami kekuatan dan kelemahan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
"Kita pastikan individu-individu yang bergabung ini mengerti kultur kita, kekurangan dan kelebihan kita. Termasuk komponen di timnas kita sekarang," lanjut Erick.
Jordi Cruyff bukanlah sosok yang asing di dunia sepak bola, khususnya dalam peran teknis.
Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Direktur Olahraga di klub-klub besar seperti AEK Larnaca dan Barcelona.
Terakhir, dia menjabat sebagai Direktur Olahraga Barcelona pada musim 2022-2023. Selain itu, Jordi juga memiliki pengalaman sebagai pelatih, dengan beberapa klub yang pernah dilatihnya, seperti Maccabi Tel Aviv, Chongqing Dangdai, dan Shenzhen FC.
Tak hanya di level klub, Jordi juga pernah menangani tim nasional, termasuk Timnas Ekuador.
Dengan pengalaman luas yang dimilikinya, tugas Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Baik dari segi filosofi permainan maupun dalam pembentukan tim yang lebih kompetitif di masa depan.
Melalui langkah ini, PSSI menunjukkan komitmennya untuk memperkuat struktur organisasi sepak bola Indonesia dengan memanfaatkan pengalaman internasional yang dimiliki oleh Jordi Cruyff.
Tugas yang akan dijalankan oleh Cruyff tidak hanya terbatas pada aspek teknis semata, tetapi juga berperan penting dalam membangun tim yang lebih solid, berkompeten, dan mampu bersaing di tingkat Asia maupun dunia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo