Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rachmat Irianto Ungkap Kronologi Meninggalnya sang Ayah Legenda Persebaya Bejo Sugiantoro

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 27 Februari 2025 | 00:22 WIB
Rachmat Irianto putra dari mendiang Bejo Sugiantoro.
Rachmat Irianto putra dari mendiang Bejo Sugiantoro.

SOLOBALAPAN.COM - Dunia sepak bola Indonesia berduka dengan kepergian Bejo Sugiantoro, legenda Persebaya Surabaya, yang meninggal dunia pada 25 Februari 2025.

Bejo, yang dikenal sebagai salah satu bek tangguh Timnas Indonesia dan Persebaya, meninggal dunia setelah mengalami kolaps saat bermain sepak bola di Lapangan SIER, Surabaya, dan meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

Kabar kepergian Bejo tentu menyisakan duka mendalam bagi seluruh pecinta sepak bola Tanah Air, terutama bagi para suporter Persebaya, atau yang dikenal dengan sebutan Bonek.

Bejo bukan hanya seorang pemain hebat, tetapi juga seorang legenda yang berjasa besar bagi Persebaya, membawa dua gelar liga untuk Green Force.

Salah satu yang merasakan kehilangan besar adalah sang anak, Rachmat Irianto, yang mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi seorang pesepakbola profesional.

Kini, Rachmat Irianto adalah pilar penting di klub Persib Bandung.

Namun, di tengah-tengah duka mendalam ini, Rachmat juga tengah menghadapi cedera ACL yang membuatnya absen dari lapangan hijau selama beberapa bulan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Rachmat membagikan sebuah unggahan story yang berisi ucapan bela sungkawa kepada sang ayah.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, suami/ayahanda kami Bejo Soegijantoro. Mohon maaf apabila suami/ayahanda ada salah kata dan perbuatan," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Rachmat juga mengungkapkan bahwa jenazah Bejo Sugiantoro disholatkan pada pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB di Masjid Nurul Jannah Taman Pondok Jati, Sidoarjo.

Setelah disolatkan, jenazah mendiang Bejo akan dimakamkan pada pukul 09.00 WIB di TPU Geluran, Sidoarjo, pada hari yang sama.

Kronologi 

Legenda sepak bola Persebaya Surabaya ini meninggal dunia dengan cara yang tak terduga.

Setelah selesai bermain fun football bersama rekan-rekannya, ia tiba-tiba terjatuh tanpa benturan.

Kejadian tersebut membuat panik teman-temannya yang berada di lapangan SIER, Surabaya.

Menurut Maura Hally, salah satu legenda Persebaya yang juga ikut bermain, salah seorang di antara mereka yang paham medis mencoba membantu Bejo.

"Ada satu yang paham medis, dilihat lidahnya sudah terlipat ke dalam. Kami coba tarik dan panggil ambulance. Semua berdoa menunggunya sadar di lapangan. Tapi kami dikabarkan kalau beliau sudah berpulang," ungkap Maura mengenang momen tragis itu.

Kepergian Bejo Sugiantoro menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak, terutama bagi suporter setia Persebaya, Bonek.

Pada pagi harinya, ratusan Bonek datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang legenda.

Di antara mereka yang hadir adalah beberapa pentolan suporter seperti Hamim Gimbal dan Cak Tessy, serta rekan-rekannya sesama pemain sepak bola seperti Mustaqim, Kurnia Sandy, Yusuf Ekodono, Uston Nawawi, Mat Halil, dan Ferril Raymond Hatu.

Tak ketinggalan, tokoh sepak bola seperti Haruna Soemitro, Amir Burhanuddin, dan Chairul Basalamah turut hadir memberi penghormatan terakhir.

Semua yang hadir tampak larut dalam kesedihan yang mendalam.

Sebagai anak laki-laki satu-satunya dari empat bersaudara, Rachmat Irianto, yang kini bermain di Persib Bandung, memimpin langsung pemakaman ayahnya.

Meskipun tengah menjalani pemulihan cedera ACL, Rachmat dengan tegar melantunkan adzan dan iqamah di dekat pusara sang ayah.

Sambil memegangi kruk, pria berusia 25 tahun ini terlihat sangat emosional. Air mata mengalir deras di pipinya saat ia melihat tanah mulai menutupi pusara Bejo.

Rachmat terus memegangi foto ayahnya, mengenang sosok yang telah menjadi inspirasi dan panutan sepanjang hidupnya.

Kepergian Bejo Sugiantoro tidak hanya meninggalkan jejak sebagai pemain legendaris, tetapi juga sebagai seorang ayah yang memberikan pengaruh besar dalam kehidupan anaknya.

Pemakaman tersebut menjadi momen perpisahan yang penuh haru, yang tak akan pernah dilupakan oleh keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#kronologi #bejo sugiantoro #rachmat irianto