SOLOBALAPAN.COM - Dunia sepak bola Indonesia berduka atas meninggalnya legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, pada usia 47 tahun.
Kepergian Bejo terjadi secara mendadak saat ia ambruk saat bermain sepak bola bersama mantan pemain Persebaya di Surabaya.
Kejadian tersebut diungkapkan oleh Maura Helly, mantan pemain Persebaya, yang mengatakan, "Mas Bejo jatuh sendiri saat main bola pada babak kedua bersama kami mantan-mantan pemain sepak bola."
Sebelumnya, Bejo tampak dalam keadaan baik, bahkan sempat bercanda dengan teman-temannya sebelum akhirnya terjatuh.
Maura yang sangat terkejut menyampaikan, "Mas Bejo sempat dibawa ke RS Royal tapi tidak tertolong."
Kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi rekan-rekannya dan penggemar setianya.
Bejo dikenal sebagai sosok yang tangguh di lapangan, dengan loyalitas yang tinggi terhadap Persebaya Surabaya.
Karier sepak bolanya dimulai saat ia bergabung dengan Indonesia Muda, klub internal Persebaya Surabaya, yang kemudian membawanya menjadi bagian penting dalam tim Persebaya junior di Piala Haornas 1994.
Penampilannya yang impresif membuatnya terpilih dalam program PSSI Primavera.
Selain Persebaya, Bejo juga pernah memperkuat beberapa klub besar seperti PSPS Pekanbaru, Mitra Kukar, Persidafon Dafonsoro, dan Deltras Sidoarjo.
Ia juga tercatat sebagai bagian dari tim nasional Indonesia dari tahun 1997 hingga 2004, dengan 45 penampilan dan mencetak dua gol.
Setelah pensiun dari lapangan hijau, Bejo melanjutkan kiprahnya di dunia sepak bola sebagai pelatih.
Ia pernah menjabat sebagai asisten pelatih di Persebaya Surabaya, dan pada tahun 2024, ia dipercaya untuk menjadi pelatih kepala Deltras Sidoarjo.
Kepergian Bejo Sugiantoro meninggalkan luka mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Persebaya Surabaya dan para penggemarnya.
Warisan dan dedikasinya di dunia sepak bola akan selalu dikenang, dan namanya akan tetap hidup di hati para pecinta sepak bola tanah air. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo