SOLOBALAPAN.COM - Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, baru saja menjalani debutnya bersama klub barunya, Yokohama F. Marinos, di ajang AFC Champions League Elite 2024-2025.
Pada pertandingan tersebut, yang berlangsung melawan Shanghai Port di Grup B, Sandy Walsh bermain di posisi bek tengah di SAIC Motor Pudong Arena, pada hari Rabu (19/2/2025).
Ia bahkan tampil penuh selama 90 menit tanpa digantikan.
Sandy Walsh menyampaikan kegembiraannya melalui akun Instagram resmi klub, "Hai, keluarga Marinos. Saya sangat senang bisa tampil perdana untuk klub yang luar biasa ini dan di hadapan kalian semua. Terima kasih sudah datang."
Debut Sandy Walsh di Yokohama F. Marinos berakhir dengan hasil positif, di mana mereka berhasil mengalahkan Shanghai Port dengan skor 0-2.
Kemenangan ini tentu memberikan semangat besar bagi Walsh, apalagi menjelang laga timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana performanya bersama Yokohama F. Marinos bisa menjadi bekal yang baik.
Gaji Sandy Walsh di Yokohama F. Marinos
Kepindahan Sandy Walsh ke Yokohama F. Marinos menimbulkan banyak spekulasi terkait peningkatan gajinya.
Liga Jepang, atau J.League, dikenal memiliki standar gaji yang cukup tinggi, yang jauh melebihi gaji pemain di Liga Indonesia.
Walaupun angka pasti gaji Sandy Walsh di Yokohama F. Marinos belum dipublikasikan, banyak yang memperkirakan bahwa gajinya dapat berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp25 miliar per tahun, bergantung pada kesepakatan kontrak yang tercapai.
Perbandingan Gaji di Liga Jepang dan Liga Indonesia
Secara umum, rata-rata gaji pemain asing di J.League memang jauh lebih besar dibandingkan dengan pemain asing di Liga Indonesia.
Pemain asing dengan pengalaman di Eropa yang bermain di J.League bisa menerima gaji antara Rp8 miliar hingga Rp30 miliar per tahun, tergantung pada peran mereka di klub dan kontribusi yang diberikan.
Sebagai perbandingan, di Liga Indonesia, gaji pemain asing lebih rendah, dengan kisaran antara Rp1 miliar hingga Rp5 miliar per tahun.
Beberapa pemain bintang mungkin memperoleh gaji lebih tinggi dari itu, tetapi tetap saja tidak sebanding dengan gaji pemain asing di J.League.
Jika Sandy Walsh bermain di Liga Indonesia, gaji bulanannya diperkirakan berkisar antara Rp70 juta hingga Rp200 juta, jauh lebih rendah daripada gaji yang bisa ia peroleh di Jepang.
Secara keseluruhan, kepindahan Sandy Walsh ke Jepang bukan hanya tentang pengalaman baru, tetapi juga soal peluang finansial yang lebih besar dan kesempatan berkompetisi di salah satu liga sepak bola terkemuka di Asia.
Ini tentu saja memberikan dampak positif bagi kariernya, baik di level klub maupun tim nasional. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo