SOLOBALAPAN.COM - Kurniawan Dwi Yulianto menanggapi rumor yang beredar mengenai kepulangannya ke Indonesia, yang disebut-sebut terkait dengan rencana dirinya menjadi asisten pelatih Patrick Kluivert di Timnas Indonesia.
Melalui penjelasannya, Kurniawan menegaskan bahwa kepulangannya kali ini murni untuk urusan keluarga, bukan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Kurniawan, yang dikenal dengan julukan "Si Kurus", baru-baru ini kembali ke Indonesia dan tiba di Tanah Air pada Rabu (29/1) sore di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Kembalinya Kurniawan ke Indonesia memang menarik perhatian, terutama mengingat saat ini PSSI tengah mencari pelatih lokal untuk menjadi asisten Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia.
Beberapa pihak pun mulai menghubungkan kedatangan Kurniawan dengan kesempatan untuk menjadi asisten Kluivert, mengingat posisi tersebut sedang dalam proses pencarian oleh PSSI sebagai bagian dari kesepakatan transfer ilmu.
Patrick Kluivert sebelumnya telah menunjuk tiga asisten pelatih asal Belanda, yaitu Denny Landzaat, Alex Pastoor, dan Gerald Vanenburg, namun masih membuka peluang untuk menambah dua pelatih lokal di staf kepelatihan.
Menanggapi kabar tersebut, Kurniawan langsung memberikan klarifikasi.
"Saya kembali ke Indonesia karena ada urusan keluarga," ujar Kurniawan ketika dikonfirmasi oleh JawaPos.com, Kamis (30/1).
Kurniawan pun tidak memberikan jawaban pasti saat ditanya apakah dirinya tertarik atau mendaftarkan diri untuk menjadi asisten pelatih lokal Timnas Indonesia.
"Sejauh ini, saya belum ada komunikasi dengan PSSI mengenai hal tersebut," tambahnya.
Kurniawan Dwi Yulianto memiliki pengalaman luas di dunia kepelatihan.
Selain pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan di Como 1907, Kurniawan juga memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih di Borneo FC pada 2017/2018, serta menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia di bawah arahan Bima Sakti pada tahun 2018.
Selain itu, Kurniawan juga terlibat dengan tim nasional Indonesia di level kelompok umur bersama Indra Sjafri.
Tak hanya itu, mantan pemain Persebaya Surabaya dan FC Luzern ini juga memiliki pengalaman internasional, di mana ia sempat menjadi pelatih kepala di Sabah FC, klub Liga Malaysia, antara 2019 hingga 2021, dan berhasil menangani 33 pertandingan selama masa jabatannya.
Meski ada ketertarikan dari beberapa pihak terhadap kemungkinan Kurniawan bergabung dengan Timnas Indonesia, jelas bahwa keputusan untuk kembali ke Indonesia kali ini lebih bersifat pribadi dan bukan karena kepentingan karier di dunia sepak bola profesional.
PSSI sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai siapa saja yang akan mengisi posisi asisten pelatih lokal Timnas Indonesia, dan pengumuman mengenai hal ini diharapkan akan dilakukan pada Februari mendatang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo