Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Benarkah Simon Tahamata Menjadi Direktur Teknik PSSI? Legenda Ajax Asal Maluku Jadi Sorotan Usai Follow IG Erick Thohir

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 31 Januari 2025 | 03:20 WIB
Simon Tahamata dirumorkan jadi dirtek PSSI.
Simon Tahamata dirumorkan jadi dirtek PSSI.

SOLOBALAPAN.COM - Simon Tahamata, legenda sepak bola Ajax Amsterdam yang berasal dari Maluku, baru-baru ini mencuri perhatian warganet setelah kedapatan mengikuti akun Instagram Timnas Indonesia dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Hal ini memicu spekulasi bahwa mantan pemain Timnas Belanda yang memiliki darah Indonesia tersebut mungkin akan menduduki posisi Direktur Teknik PSSI yang saat ini masih kosong.

Simon Tahamata, meski dikenal luas di Belanda sebagai salah satu legenda sepak bola, ternyata memiliki garis keturunan 100 persen Indonesia, dengan kedua orang tuanya berasal dari Maluku.

Ia lahir pada 26 Mei 1956 di Vught, Belanda, dan tumbuh besar di negara tersebut, namun tetap menjaga hubungan erat dengan akar leluhurnya di Indonesia.

Karier sepak bolanya mencatatkan prestasi cemerlang, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Sebagai pemain, Simon pernah memperkuat beberapa klub besar Eropa seperti Ajax Amsterdam, Feyenoord Rotterdam, Standard Liege, hingga Germinal Ekeren.

Kemampuannya bermain sebagai sayap atau gelandang menyerang menjadikannya salah satu pemain yang dihormati di dunia sepak bola Eropa.

Setelah pensiun sebagai pemain, Simon beralih ke dunia kepelatihan, khususnya dalam mengembangkan bakat muda.

Ia pernah menjabat sebagai pelatih akademi di klub-klub ternama seperti Ajax Amsterdam, Standard Liege, dan Germinal Beerschot.

Selain itu, ia juga pernah menjadi pelatih tim muda di klub Al-Ahli di Dubai, serta mendirikan Simon Tahamata Soccer Academy pada 2014 untuk melanjutkan kontribusinya dalam pengembangan sepak bola, terutama di tingkat muda.

Meskipun ia tumbuh besar di Belanda, Simon tidak melupakan tanah kelahiran orang tuanya di Ambon, Indonesia.

Pada 2010, ia mengunjungi Ambon untuk berbagi ilmu dan melatih anak-anak usia 10 hingga 15 tahun di sana.

Ia menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi sepak bola di Ambon, yang menurutnya kurang mendapat perhatian dalam hal pembinaan pemain muda.

Simon juga menekankan pentingnya pembinaan yang lebih optimal di tingkat junior untuk memastikan pesepak bola Indonesia, khususnya dari Ambon, dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi, seperti Liga Indonesia.

“Beta prihatin karena pastinya pembinaan kepada pemain junior kurang optimal dengan dampak pesepak bola Ambon tidak bisa mengikuti kompetisi Liga Indonesia sebagaimana jadwal PSSI,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Kabar mengenai kemungkinan Simon Tahamata diangkat sebagai Direktur Teknik PSSI memang belum mendapatkan konfirmasi resmi dari PSSI.

Namun, Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, sempat menyampaikan bahwa pengumuman mengenai pengisian posisi tersebut akan dilakukan pada Februari mendatang.

Hal ini membuat banyak pihak semakin menantikan apakah Simon akan benar-benar kembali ke Indonesia untuk berkontribusi dalam perkembangan sepak bola tanah air.

Simon Tahamata, meskipun nama besar di dunia sepak bola Eropa, tetap menunjukkan komitmennya untuk membantu kemajuan sepak bola Indonesia.

Jika benar ia bergabung dengan PSSI, pengalaman dan dedikasinya dalam pengembangan sepak bola muda tentu bisa memberikan dampak besar bagi masa depan sepak bola Indonesia. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#erick thohir #direktur teknik #pssi #maluku #Simon Tahamata