Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Komentar Indra Sjafri Soal Performa Timnas Indonesia U20 Usai Telan 2 Kekalahan Beruntun, Sebut Banyak Pelajaran

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 29 Januari 2025 | 01:06 WIB
Indra Sjafri, Pelatih Timas Indonesia U-19.
Indra Sjafri, Pelatih Timas Indonesia U-19.

SOLOBALAPAN.COM - Timnas Indonesia U-20 Menelan Kekalahan dari Suriah Jelang Piala Asia, Indra Sjafri: Banyak Pembelajaran yang Diperoleh

Timnas Indonesia U-20 kembali mengalami kekalahan di ajang U-20 Challenge Series.

Setelah sebelumnya takluk 0-1 dari Yordania U-20, kali ini Garuda Asia harus menyerah 0-2 dari Suriah U-20 dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Senin malam (27/1/2025).

Dalam pertandingan tersebut, Suriah U-20 berhasil mencetak dua gol melalui Majd Manaf Ramadan (28') dan Anas Hussam Dahhan (66').

Timnas Indonesia U-20 gagal membalas gol tersebut meskipun berusaha keras.

Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri, menyampaikan bahwa banyak hal yang perlu dievaluasi setelah pertandingan ini.

Ia mengakui bahwa timnya melakukan sejumlah kesalahan, terutama dalam mengantisipasi dua gol yang dicetak oleh lawan.

"Semua pemain saya rasa bermain dengan baik. Namun, ada beberapa kesalahan yang terjadi secara tim dan taktik. Dua gol yang tercipta memang karena adanya kelalaian yang akan kami perbaiki," ungkap Indra Sjafri setelah pertandingan berakhir.

Timnas Indonesia U-20 tampil dengan strategi terbuka dalam pertandingan ini.

Seperti yang biasa mereka lakukan, penguasaan bola sering kali diusahakan melalui umpan panjang, baik dari sisi sayap maupun tengah. Sayangnya, sebagian besar umpan tersebut berhasil dipatahkan oleh para pemain lawan.

"Kami tidak ingin bermain dengan cara bertahan, kami ingin bermain ofensif. Namun, Suriah tampil cepat, baik dalam transisi dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya," lanjut Indra Sjafri.

Dua gol Suriah datang dari proses yang sangat terorganisir. Gol pertama berawal dari kerja sama yang baik, sebelum akhirnya Manaf mencetak gol lewat sundulan.

Gol kedua tercipta melalui tendangan bebas dari Anas yang tak mampu dihentikan oleh kiper Ikram Algiffari.

Pelatih Indra Sjafri menilai bahwa meskipun timnya kalah, ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari pertandingan ini.

Sebagaimana diketahui, ajang U-20 Challenge Series menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia U-20 sebelum berlaga di Piala Asia U-20 2025 yang akan berlangsung pada 12 Februari 2025.

Garuda Asia tergabung dalam Grup C bersama Uzbekistan, Iran, dan Yaman. Indra Sjafri percaya bahwa kekuatan ketiga tim tersebut mirip dengan tim-tim yang mereka hadapi di Challenge Series ini.

"Kami kini bisa mendapatkan gambaran tentang kualitas tim-tim yang akan kami hadapi di Piala Asia. Kami berusaha mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Suriah, misalnya, sebelumnya bermain imbang dengan Uzbekistan.

Jadi, kami melihat kualitas Uzbekistan mungkin setara dengan Suriah atau bahkan sedikit lebih baik. Oleh karena itu, kami harus pintar-pintar menyusun rencana permainan dan taktik yang tepat untuk meraih poin di Piala Asia," jelas Indra Sjafri.

Laga ini juga memberikan kesempatan bagi pemain untuk menambah pengalaman internasional mereka, termasuk Jens Raven yang dimainkan pada menit ke-68 menggantikan Muhammad Ragil.

Namun, tidak ada ancaman gol yang berarti setelah masuknya Raven.

"Ini adalah pertandingan yang penuh dengan pembelajaran. Yang paling penting, kami kini lebih tahu kualitas lawan-lawan yang akan kami hadapi di Piala Asia," tutup pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Timnas Indonesia U-20 akan kembali beraksi dalam pertandingan terakhir Challenge Series, melawan India U-20, yang akan digelar di stadion yang sama pada Kamis (30/1/2025).

Pertandingan ini juga menjadi ajang terakhir bagi Garuda Asia untuk mempersiapkan diri sebelum Piala Asia U-20 dimulai. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#timnas indonesia u20 #indra sjafri