Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Shin Tae-yong Meneteskan Air Mata Saat Pulang ke Korea Selatan, Dihantarkan Ribuan Suporter Timnas Indonesia

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 27 Januari 2025 | 05:13 WIB
Shin Tae-yong kembali ke Korea Selatan dihantarkan oleh ribuan suporter Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong kembali ke Korea Selatan dihantarkan oleh ribuan suporter Timnas Indonesia.

SOLOBALAPAN.COM - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, resmi meninggalkan Indonesia dan kembali ke kampung halamannya di Korea Selatan pada Minggu, 26 Januari 2025.

Kepergiannya terjadi setelah PSSI memecatnya pada awal bulan Januari.

Shin bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan penerbangan Korean Airlines yang dijadwalkan pukul 21.50 WIB.

Pelatih asal Korea Selatan ini telah mengabdi selama lima tahun di Indonesia, dimulai sejak Desember 2019.

Ia ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia setelah keberhasilannya bersama Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Shin Tae-yong sempat memperpanjang kontraknya dengan PSSI pada tahun 2023 hingga 2027, berkat keberhasilan yang ia raih.

Termasuk lolosnya Timnas Indonesia ke babak 16 besar Piala Asia 2023 dan Timnas U-23 Indonesia yang berhasil mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024.

Namun, meskipun kontrak masih berlaku hingga 2027, PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan Shin Tae-yong pada 6 Januari 2025, dengan alasan dinamika tim dan masalah komunikasi.

Keputusan ini cukup mengejutkan banyak pihak, terutama suporter, mengingat pencapaian yang telah diraih.

Kepulangan Shin Tae-yong ke Korea Selatan tidak berjalan biasa.

Sebuah momen emosional tercipta ketika ia diantar oleh ratusan suporter yang datang ke bandara untuk memberikan penghormatan.

Para suporter dengan antusias membentangkan spanduk bertuliskan "La Grande" dan "History Maker!" serta meneriakkan yel-yel, "Terima Kasih Shin Tae-yong".

Mereka terus mengiringi langkah Shin hingga ke pintu masuk bandara.

Shin Tae-yong yang berusia 54 tahun terlihat mengenakan kaus putih dan celana panjang abu-abu.

Meskipun tidak ada pengawalan ketat, kehadirannya segera dikerumuni oleh suporter yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Salah satu momen yang sangat mengharukan terjadi saat seorang suporter mengenakan syal La Grande Indonesia dan mengalungkannya di leher Shin.

Dalam suasana yang penuh emosi itu, Shin tampak meneteskan air mata saat memeluk salah satu suporter.

Sebelum masuk ke area pesawat, Shin sempat berucap terima kasih kepada para suporter.

Ia berharap dukungan tetap diberikan kepada Timnas Indonesia, yang masih memiliki perjuangan besar di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

"Tetap dukung Indonesia, Garuda akan terus berjuang," katanya dengan penuh harapan.

Selama masa kepelatihannya di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong membawa sejumlah perubahan signifikan.

Ia berani membuat keputusan besar seperti memotong dua generasi pemain yang dianggap tidak sesuai dengan visi tim.

Salah satu prestasi besar yang ia raih adalah peningkatan peringkat Timnas Indonesia yang sebelumnya berada di posisi ke-173 dunia pada saat kedatangannya, dan kini telah menduduki posisi ke-127.

Keberhasilan-keberhasilan ini tentu membuat banyak suporter merasa kecewa dengan pemecatan yang terjadi begitu mendadak.

Banyak dari mereka yang merasa kehilangan sosok Shin Tae-yong, yang telah membawa Timnas Indonesia menuju perkembangan yang signifikan.

Sebagai pengganti Shin Tae-yong, PSSI telah menunjuk Patrick Kluivert pada 12 Januari 2025. Namun, keputusan ini tetap meninggalkan pertanyaan dan perasaan campur aduk di kalangan suporter yang masih mengenang masa kejayaan di bawah arahan Shin Tae-yong.

Kini, perhatian banyak pihak tertuju pada langkah selanjutnya Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih baru, dengan harapan mereka dapat melanjutkan perjuangan dan meraih kesuksesan lebih lanjut. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#suporter #korea selatan #timnas indonesia #shin tae-yong