Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Safee Sali Ungkap Alasan Kemenangan Telak Malaysia atas Indonesia di Final AFF 2010, Benarkah Karena Mafia?

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 23 Januari 2025 | 18:23 WIB
Safee Sali eks Striker Malaysia saat wawancara di kanal YouTube Sport77.
Safee Sali eks Striker Malaysia saat wawancara di kanal YouTube Sport77.

SOLOBALAPAN.COM - Piala AFF 2010 menjadi momen penuh penyesalan bagi banyak penggemar sepak bola Indonesia.

Timnas Garuda yang tampil luar biasa sejak babak grup harus merelakan mimpinya untuk meraih gelar juara pertama kali dalam turnamen terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Setelah menelan kekalahan 0-3 di leg pertama yang berlangsung di Bukit Jalil Stadium, Malaysia, pasukan Maman Abdurrahman hanya mampu menang 2-1 di leg kedua yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Rahasia di balik kemenangan Malaysia yang begitu dominan itu akhirnya diungkap oleh salah satu pemain kunci mereka, Safee Sali.

Penyerang yang mencetak dua dari tiga gol Malaysia di leg pertama final itu baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik sukses besar mereka dalam laga tersebut.

Pertandingan final antara Indonesia dan Malaysia memang selalu menarik untuk disaksikan, terutama karena rivalitas yang sangat sengit di antara kedua negara ini.

Pada waktu itu, baik Indonesia maupun Malaysia belum pernah meraih trofi AFF, menjadikan pertemuan ini sangat bersejarah bagi kedua belah pihak.

Persaingan yang ketat ini membuat permainan berlangsung terbuka sejak menit pertama, dengan kedua tim saling berebut untuk meraih kemenangan.

Safee Sali, yang sebelumnya pernah bermain di Indonesia bersama Pelita Jaya Karawang, mengungkapkan kembali momen menarik dalam pertandingan final tersebut.

Dalam wawancara yang dilansir dari kanal YouTube Sport77, Safee bercerita bahwa Malaysia sudah mempelajari karakter permainan Indonesia sepanjang turnamen AFF 2010.

Meski pada pertandingan pertama babak grup Malaysia kalah telak 1-5 dari Indonesia, tim Harimau Malaya menunjukkan perkembangan pesat dan segera bangkit di laga-laga berikutnya.

Mereka melakukan beberapa pergantian pemain penting untuk meraih hasil positif, termasuk hasil imbang 0-0 melawan Thailand.

Safee Sali juga menyebutkan bahwa insiden laser yang dilakukan oleh suporter Indonesia selama pertandingan leg pertama memberikan dampak signifikan.

“Saya berterima kasih kepada insiden laser yang dilakukan oleh suporter. Pertandingan berjalan ketat sebelum insiden itu terjadi dan kami masih tetap fokus, sedangkan tim Indonesia kehilangan konsentrasi,” ungkap Safee.

Ia merasa insiden tersebut memberikan keuntungan psikologis bagi tim Malaysia.

Dengan keunggulan 3-0 dari leg pertama, tim Malaysia datang ke leg kedua dengan motivasi tinggi setelah kekalahan telak sebelumnya.

"Leg kedua kami punya modal menang 3-0, kemudian termotivasi atas kekalahan sebelumnya. Setelah mencuri satu gol, kami langsung bertahan total untuk menjaga keunggulan," kenang Safee Sali tentang strategi bertahan Malaysia setelah unggul.

Kemenangan Malaysia dalam final AFF 2010 ini menjadi pencapaian sejarah, karena itu adalah gelar pertama mereka dalam turnamen tersebut, dan sampai saat ini, masih menjadi satu-satunya gelar yang diraih oleh Malaysia.

Keberhasilan ini juga menjadi tonggak penting dalam karier Safee Sali, yang kemudian melanjutkan kiprah suksesnya bersama Johor Darul Takzim (JDT), yang membawa tim tersebut meraih gelar juara AFC Cup pada musim 2014-2015.

Sementara itu, klub-klub Indonesia hanya mampu menorehkan prestasi terbaik mereka dengan Persipura Jayapura yang berhasil mencapai babak semifinal.

Safee Sali juga menceritakan pengalaman berharga yang ia dapatkan saat bermain di Indonesia, yang membantunya berkembang menjadi pemain hebat.

Selain berkarier di Pelita Jaya Karawang, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan karirnya, ia memuji atmosfer sepak bola Indonesia yang selalu meriah, dengan stadion yang dipenuhi suporter setia.

Dengan catatan impresif 20 gol dari 29 pertandingan untuk Pelita Jaya, Safee mengenang perjalanan karirnya di Indonesia dengan penuh kebanggaan.

Meskipun tidak ada isu terkait mafia yang terdengar selama pertandingan final tersebut, Safee menegaskan bahwa pemain Indonesia sangat gigih dan menunjukkan semangat juang tinggi selama pertandingan.

"Pemain Indonesia sangat serius dan terlihat gigih dalam menghadapi perlawanan dari kami," tutup Safee Sali mengenang rivalitas yang penuh drama tersebut.

Piala AFF 2010 menjadi babak yang tidak hanya mengukir sejarah bagi Malaysia, tetapi juga meninggalkan kenangan mendalam bagi sepak bola di Indonesia.

Meski harus menelan kekalahan, perjalanan timnas Indonesia di turnamen tersebut menunjukkan betapa gigihnya perjuangan mereka.

Untuk Malaysia, pencapaian ini adalah pencapaian yang membanggakan, dan tak diragukan lagi menjadi salah satu momen terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut. (did)

 

BANJIR: Seorang pengendara mendorong sepeda motornya yang mogok karena banjir di jalan nasional Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep, Rabu (22/1). (MOH. LATIF/JPRM)
BANJIR: Seorang pengendara mendorong sepeda motornya yang mogok karena banjir di jalan nasional Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep, Rabu (22/1). (MOH. LATIF/JPRM)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#piala aff 2010 #indonesia #malaysia #safee sali #mafia