SOLOBALAPAN.COM - Jeong Seok-seo, yang lebih dikenal dengan nama Jeje sebagai penerjemah Shin Tae-yong (STY) untuk Timnas Indonesia, mengungkapkan bahwa alasan pemecatan Shin Tae-yong yang dikaitkan dengan kendala bahasa sangat tidak masuk akal.
Menurut Jeje, alasan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Pada 6 Januari 2025, PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Keputusan tersebut memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat sepak bola Tanah Air.
Dalam konferensi pers pada hari yang sama, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa alasan pemecatan STY adalah terkait dengan komunikasi antara pelatih dan pemain.
Selama lima tahun menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong selalu berkomunikasi dengan para pemain melalui penerjemah.
Menurut Erick, hal ini menjadi hambatan bagi perkembangan tim karena diperlukan seorang pelatih yang bisa berkomunikasi langsung dengan pemain, baik yang berasal dari diaspora maupun lokal.
Oleh karena itu, PSSI memutuskan untuk menunjuk Patrick Kluivert, yang dianggap lebih mudah dalam berkomunikasi dengan pemain.
Namun, Jeje menilai bahwa alasan tersebut tidak rasional.
Dalam sebuah podcast yang ia lakukan bersama Valentino Simanjuntak di YouTube Jebreeetmedia, Jeje menegaskan bahwa kendala bahasa yang disebut-sebut sebagai alasan pemecatan Shin Tae-yong tidak pernah menjadi masalah besar.
"Masalah komunikasi karena bahasa itu sama sekali nggak ada. Saya sudah sering bilang di berbagai podcast, termasuk untuk para pemain Indonesia. Di tim kita, nggak cuma dua orang yang pasif bahasa Inggris," ujar Jeje.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun Shin Tae-yong hanya bisa berbicara bahasa Korea, ia dan beberapa pemain lain yang bisa berbahasa Inggris selalu siap untuk menerjemahkan dengan cepat.
Jeje menambahkan, "Jadi, kalau ada yang bilang masalah bahasa, itu sama sekali tidak masuk akal.
Hanya pemain yang tahu soal ini. Kami bisa berkomunikasi dengan baik."
Selama masa kepelatihan Shin Tae-yong, banyak prestasi yang berhasil diraih oleh Timnas Indonesia.
Salah satunya adalah peningkatan peringkat FIFA yang naik dari posisi 173 ke 127.
Di bawah asuhan STY, Timnas Indonesia juga berhasil menjadi runner-up Piala AFF 2020, lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023, mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024, dan melangkah ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kini, dengan ditunjuknya Patrick Kluivert sebagai pelatih baru, banyak pihak yang berharap agar Timnas Indonesia bisa melaju lebih jauh, terutama dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat ini, Indonesia berada di posisi ketiga Grup C dan akan menghadapi Australia serta Bahrain pada Maret 2025.
Terlepas dari itu, dengan perubahan kepelatihan ini, tentunya ada harapan baru bagi masa depan Timnas Indonesia.
Patrick Kluivert, yang memiliki pengalaman internasional yang luas sebagai pemain dan pelatih, diharapkan dapat membawa perbaikan dalam aspek teknis dan komunikasi tim.
Para penggemar sepak bola Tanah Air tentunya menantikan hasil positif dalam pertandingan-pertandingan mendatang.
Harapannya agar Timnas Indonesia dapat mencapai prestasi terbaik mereka di kancah internasional, termasuk berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo