SOLOBALAPAN.COM - Nama Patrick Kluivert, mantan bintang sepak bola asal Belanda, dikabarkan akan menggantikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Namun, perjalanan karier Kluivert tidak lepas dari berbagai kontroversi yang mewarnai reputasinya.
Berikut ini deretan rekam jejak hitam Patrick Kluivert, yang dikabarkan bakal gantikan posisi Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia:
Kecelakaan Maut 1995
Pada tahun 1995, Kluivert terlibat dalam kecelakaan fatal yang menewaskan seorang penggemar Ajax.
Akibat insiden tersebut, ia dijatuhi hukuman kerja sosial selama 240 jam.
Terlibat Penganiayaan
Ia juga pernah dikabarkan terlibat dalam kasus penganiayaan tahun 2000 lalu dengan didakwa menganiaya seorang pria di klub malam Amsterdam.
Tindakan kriminal ini membuat Kluivert mendapat hukuman 200 jam kerja sosial.
Kasus Pajak
Kluivert kabarnya pernah menghindari pajak dengan cara menyembunyikan penghasilannya.
Atas tindakan ini, ia dikenai hukuman denda sebesar €1,3m.
Terlilit Utang Judi
Pada tahun 2017, Kluivert dikabarkan memiliki utang judi sebesar Rp16,8 miliar kepada bandar judi Asia.
Meskipun demikian, ia tidak menghadapi tuntutan hukum terkait masalah ini.
Dugaan Pelecehan Seksual
Kluivert juga pernah menghadapi tuduhan pelecehan seksual pada tahun 2011.
Namun, kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum karena kurangnya bukti yang mendukung tuduhan tersebut.
Minim Prestasi sebagai Pelatih
Sebagai pelatih, Kluivert belum menunjukkan prestasi signifikan.
Ia pernah melatih tim nasional Curacao dan klub Turki, Adana Demirspor, namun tidak mencapai kesuksesan yang diharapkan.
Meskipun demikian, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa penunjukan Kluivert didorong oleh kebutuhan akan kepemimpinan dan komunikasi yang lebih baik dalam tim.
Penunjukan Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia menuai beragam respons dari publik.
Beberapa pihak meragukan kapasitasnya karena rekam jejak kontroversial dan minimnya prestasi sebagai pelatih.
Namun, ada pula yang berharap pengalaman internasionalnya dapat membawa perubahan positif bagi sepak bola Indonesia. (lz)
Editor : Laila Zakiya