SOLOBALAPAN.COM - Patrick Kluivert memang tak asing lagi di dunia sepakbola, khususnya sebagai seorang striker.
Selama kariernya sebagai pemain, ia mencetak 122 gol bersama Barcelona dan 52 gol bersama Ajax, menjadikannya salah satu bomber subur yang diakui dunia.
Kini, setelah pensiun dari dunia sepakbola profesional, Kluivert kembali mencuri perhatian, kali ini dengan kabar bahwa ia akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan melalui media sosialnya bahwa Kluivert telah sepakat untuk menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia.
"Patrick Kluivert telah menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Kesepakatan sudah selesai," tulis Romano, mengonfirmasi bahwa penunjukan tersebut sudah tuntas.
Namun, meskipun prestasi Kluivert di lapangan hijau tak diragukan, perjalanan karier kepelatihannya sejauh ini tidak begitu gemilang.
Sebagai pelatih, Kluivert pertama kali menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Kamerun pada 2018.
Pada Juli 2019, ia kemudian menjadi manajer akademi Barcelona. Keputusan untuk menjadi pelatih kepala datang pada 2021, saat ia menangani Curacao.
Namun, masa jabatannya hanya bertahan enam pertandingan dengan hasil 1 kemenangan, 2 kali imbang, dan 3 kekalahan. Kluivert kemudian mengundurkan diri pada Oktober 2021.
Pada Juli 2023, Kluivert ditunjuk menjadi pelatih Adana Demirspor di Turki, namun performa tim di bawah arahannya hanya menghasilkan 8 kemenangan dari 20 pertandingan.
Di tengah catatan kepelatihannya yang kurang menggembirakan, Kluivert sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Ghana, namun pada akhirnya PSSI Ghana memilih untuk tidak menunjuknya.
Sebelum memulai petualangan kepelatihannya, Kluivert juga sempat diterpa isu miring pada 2017, yang menyebutkan bahwa ia terlibat utang judi sebesar 1 juta euro yang diduga terkait dengan gang kriminal.
Isu tersebut pertama kali dilaporkan oleh media Belanda, De Volkskrant.
Namun, pengacara Kluivert, Gerard Spong, dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa kliennya adalah korban pemerasan.
Hal ini yang menjadi pro dan kontra diantara para fans Timnas Indonesia.
Dengan catatan kepelatihan yang kurang cemerlang dan masalah pribadi yang sempat mengganggu citranya, keputusan PSSI untuk menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia tentu perlu pertimbangan matang.
Meskipun pengalaman Kluivert sebagai pemain besar, tantangan di dunia kepelatihan jelas lebih berat, dan ke depan, hasil yang ia capai dengan Skuad Garuda akan menjadi penentu keberhasilannya sebagai pelatih. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo