SOLOBALAPAN.COM - Keputusan Suwon FC untuk melepaskan Pratama Arhan setelah hanya memberi kesempatan bermain selama empat menit sepanjang musim 2024 telah memicu protes keras dari penggemar sepak bola Indonesia.
Kekecewaan dan kemarahan yang mendalam dapat terlihat jelas di berbagai unggahan media sosial dan kolom komentar, yang penuh dengan luapan emosi para fans.
Saat pertama kali bergabung dengan Suwon FC, banyak yang berharap besar pada Pratama Arhan.
Sebagai salah satu pemain muda berbakat Indonesia, ia dianggap memiliki potensi besar untuk bersinar di kompetisi yang lebih bergengsi.
Namun, kenyataannya sangat berbeda.
Arhan sangat jarang diberi kesempatan bermain dan ketika akhirnya diberi kesempatan, durasinya sangat terbatas.
Akibatnya, kolom komentar di akun Instagram Suwon FC dipenuhi dengan protes dan kekecewaan dari para pendukung yang meminta penjelasan atas perlakuan yang dianggap tidak adil terhadap Pratama Arhan.
Salah satu pengguna Instagram, dengan akun @danny*** menulis, "No Arhan, no party," sedangkan akun @meme*** menambahkan, "Tombol unfollow," sebagai bentuk kekecewaan.
Sementara itu, akun @kiki*** berkomentar, "Pengen cari followers aja," yang menunjukkan rasa frustrasi terhadap keputusan klub.
Namun, Pratama Arhan bukanlah satu-satunya pemain yang dilepas oleh Suwon FC.
Klub sepak bola asal Korea Selatan ini juga memutuskan untuk melepaskan sembilan pemain lainnya, termasuk Lachlan Jackson dan Eljon Sota.
"Selamat tinggal pemain Suwon FC; Lachlan Jackson, Pratama Arhan, dan Eljon Sota yang akan meninggalkan tim," tulis Suwon FC di akun Instagram resminya pada Rabu (1/1/2025).
Pihak klub juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan oleh para pemain tersebut, baik di dalam maupun di luar lapangan.
"Klub tidak akan melupakan dedikasi para pemain yang telah ditunjukkan. Terima kasih," lanjut pernyataan tersebut.
Pratama Arhan sendiri bergabung dengan Suwon FC pada Januari 2024 dengan kontrak satu tahun beserta opsi perpanjangan.
Namun, sepanjang musim 2024, pemain berusia 23 tahun tersebut hanya tampil dua kali dengan total waktu bermain empat menit.
Karier Pratama Arhan di luar Indonesia juga terbilang tidak mulus sejak ia meninggalkan PSIS Semarang pada 2022.
Sebelum bergabung dengan Suwon FC, Arhan sempat bermain untuk klub Jepang, Tokyo Verdy.
Di sana, meskipun dua musim berseragam Tokyo Verdy, Arhan hanya tercatat tampil empat kali.
Terkait masa depannya, langkah Arhan kini dipertanyakan, namun karier internasionalnya sebagai bagian dari Timnas Indonesia tentu menjadi salah satu titik terang bagi pemain muda ini.
Sebagai pemain yang punya potensi besar, Arhan masih memiliki kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di kompetisi yang lebih kompetitif. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo