SOLOBALAPAN.COM - Pemain tim nasional Indonesia, Justin Hubner, baru-baru ini terlibat dalam sebuah perdebatan di media sosial dengan salah satu akun sepak bola.
Perseteruan ini berawal dari sejumlah sindiran yang dilontarkan oleh Justin, yang kemudian mendapatkan tanggapan dari akun tersebut.
Masalah ini dimulai ketika Justin Hubner menyatakan kekecewaannya di media sosial mengenai kurangnya kesempatan bermain di Wolverhampton Wanderers U-21, meskipun dirinya merasa menjadi bek terbaik di tim tersebut.
Dalam unggahan di akun Instagram-nya @justinhubner5, Justin menulis, "Banyak orang bertanya kenapa saya tidak bermain di sini (Wolves U-21).
Saya akan meninggalkan klub musim ini. Ini gila, bek terbaik di sini tidak mendapat kesempatan," yang kemudian menjadi bahan perbincangan di dunia maya.
Akun @garudarevolution.football pun tak melewatkan kesempatan ini untuk memberikan komentar.
Mereka merasa bahwa klaim Justin tentang dirinya sebagai bek terbaik tidak berdasar.
Akun ini juga menanggapi sindiran Justin dengan menyarankan agar ia membuktikan kualitasnya dengan pindah ke klub lain dan mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak.
"Bek terbaik? Who said? Kalau kamu berpikir kamu bek terbaik, buktikan Justin, pindah ke klub lain dan dapatkan menit bermain, dan buktikan kalau kamu Bek terbaik," tulis akun tersebut.
Mereka juga menegur Justin karena terlalu sering membuat sindiran tentang klub yang dibelanya, baik itu Cerezo Osaka maupun Wolves U-21.
Mereka menilai bahwa sikap tersebut tidak pantas untuk seorang pemain muda.
Selain itu, @garudarevolution.football menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan bukanlah bentuk kebencian terhadap Justin Hubner.
Akun ini menegaskan bahwa selama hampir 9 tahun menjadi admin fanbase Timnas Indonesia, mereka tidak pernah membenci pemain manapun.
Namun, mereka merasa ada hal-hal tertentu yang perlu disampaikan, terutama mengenai sikap Justin yang sering menyindir klub tempatnya berkarier.
"Menghina pemain? Tidak. Saya sudah hampir 9 tahun menjadi admin fanbase Timnas, tidak ada urusan pribadi dengan mereka. Namun, ada hal-hal yang harus saya kritik mengenai sikap Justin ini," tulis akun tersebut.
Mereka juga menyoroti beberapa kali kesalahan fatal yang dibuat Justin selama bermain di Cerezo Osaka, termasuk blunder dan kartu merah yang diterimanya, serta pernyataannya yang merasa hanya dimanfaatkan oleh klub Jepang tersebut.
Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa sikap Justin yang menganggap dirinya sebagai bek terbaik dirasa tidak realistis.
Mereka menilai bahwa pemain berusia 21 tahun itu belum dapat membuktikan kualitasnya di lapangan, apalagi ia masih belum mampu menembus tim utama di Wolverhampton.
Menurut akun ini, Justin harus lebih menunjukkan performa di lapangan daripada sekadar berbicara.
“Sekarang di Wolves juga begitu, gimana dia bisa bilang dia yang terbaik? Dia bahkan belum bisa tembus tim senior. Ya intinya, dia belum sebegitu baik, masih belum matang, wong main di Timnas saja sering kartu merah,” kata akun tersebut.
Menyikapi kritik tersebut, Justin Hubner memberikan tanggapan di kolom komentar.
Ia menyebutkan bahwa ia merasa komentar dari akun tersebut lucu dan bahkan menyindir bahwa ada beberapa orang yang memang tidak menyukainya.
Polemik ini memperlihatkan ketegangan yang bisa timbul antara pemain dan penggemar, terutama dalam dunia media sosial yang serba cepat dan terbuka.
Dalam dunia sepak bola, komunikasi yang tepat dan sikap profesional sangat penting untuk menjaga hubungan yang baik antara pemain, klub, dan penggemar.
Sebagai seorang pemain muda yang berkarier di luar negeri, Justin Hubner seharusnya menyadari bahwa kritik akan selalu datang.
Netizen berharap sebaiknya ia lebih fokus pada perkembangan dirinya di lapangan untuk membuktikan kualitasnya sebagai bek yang handal. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo