SOLOBALAPAN.COM - Ali Al Bulayhi, bek tengah asal Arab Saudi yang dikenal sering memprovokasi lawan, tampaknya tidak berhasil menampilkan aksi serupa ketika menghadapi Timnas Indonesia.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Selasa (19/11/2024), Indonesia meraih kemenangan 2-0 berkat dua gol yang dicetak oleh Marselino Ferdinan.
Pemain berusia 34 tahun yang memperkuat Al Hilal ini memang terkenal dengan gaya permainan yang sering kali membuat pemain lawan kehilangan fokus.
Namun, kali ini, provokasinya tampak tidak efektif.
Meskipun sempat terlibat insiden kecil, seperti perselisihan dengan Sandy Walsh di kotak penalti, Al Bulayhi justru tidak mampu mengendalikan situasi.
Para pemain Indonesia memberi perlawanan yang solid, dan beberapa kali, ia bahkan dibentak oleh pemain Garuda, yang menunjukkan kedewasaan dan kekompakan mereka di lapangan.
Pertandingan ini mengingatkan pada pertemuan pertama di Jeddah pada bulan September lalu, di mana Al Bulayhi juga gagal untuk memprovokasi pemain Indonesia.
Dalam laga tersebut, dia sempat mendapatkan perlawanan fisik dari Ragnar Oratmangoen.
Kini, di Jakarta, upaya provokasi Al Bulayhi benar-benar “terbungkam,” menyusul kemenangan meyakinkan Indonesia atas Arab Saudi.
Ali Al Bulayhi dan Kebiasaannya Memprovokasi
Selama kariernya, Ali Al Bulayhi telah membangun reputasi sebagai pemain yang sering kali mengganggu psikologis lawan.
Tidak jarang ia terlibat konflik dengan pemain-pemain kelas dunia, seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Son Heung-min.
Namun, upaya serupa tidak berhasil ketika ia berhadapan dengan Timnas Indonesia.
Duel Keras dengan Justin Hubner
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam pertandingan ini adalah duel antara Al Bulayhi dan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner.
Keduanya beberapa kali terlihat bertarung keras di lapangan, bahkan menimbulkan perdebatan.
Salah satu momen yang menonjol adalah ketika Justin Hubner menunjuk ke arah Al Bulayhi, seolah memberikan isyarat untuk “membungkam” provokasinya.
Lewat unggahan di Instagram, Justin Hubner pun mengungkapkan perasaannya usai menghadapi Al Bulayhi.
Dalam foto cuplikan yang memperlihatkan keduanya bertarung sengit, Hubner menulis caption yang mengingatkan Al Bulayhi bahwa dalam pertandingan tersebut, hanya ada satu pemimpin, dan itu adalah dirinya.
"There is only one boss" (hanya ada satu bos), tulis Hubner sambil menyertakan emotikon yang seolah mengejek.
Tidak berhenti di situ, dalam unggahan Instagram terbarunya pada Rabu (20/11/2024), Justin Hubner juga menanggapi perlakuan yang kurang menyenangkan dari para pemain Arab Saudi.
Ia mengaku bahwa mereka berusaha merusak namanya, yang akhirnya memaksanya untuk mengambil risiko melakukan pelanggaran keras.
"Mereka menjelek-jelekkan nama saya, jadi saya harus menunjukkan kepada mereka.
Saya sangat bangga dengan kerja keras tim dan dukungan semua orang," tulisnya, merujuk pada kartu merah yang ia terima dan sebagian dari perjuangannya di lapangan.
Dengan kemenangan ini, Indonesia tidak hanya berhasil meraih tiga poin, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi provokasi yang sering menjadi senjata lawan, seperti yang dilakukan oleh Al Bulayhi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo