SOLOBALAPAN.COM - Marselino Ferdinan menjadi pahlawan dalam kemenangan Timnas Indonesia atas Arab Saudi pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang digelar pada Selasa (19/11).
Dua gol yang dicetaknya mengantarkan Garuda menang 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno, sekaligus menjaga peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya.
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada penampilan apik Marselino di lapangan, tetapi juga selebrasi unik yang ia lakukan setelah gol keduanya.
Pada menit ke-57, setelah mencetak gol kedua, Marselino membuat gerakan khas yang disebut "camat Oxford", sebuah sindiran yang mengarah pada kritik pedas dari netizen yang sempat meragukan kemampuannya.
Selebrasi tersebut cukup mengundang perhatian karena di saat ia duduk santai dan melihat sekitar, ia seolah-olah membalas tudingan yang kerap ditujukan kepadanya.
Julukan "camat Oxford" sendiri muncul akibat jarangnya Marselino mendapat waktu bermain reguler di klub Eropa tempatnya berkarier.
Hal ini memicu pertanyaan dari beberapa pihak yang meragukan kualitasnya untuk membela Timnas Indonesia.
Namun, dengan dua gol yang ia cetak ke gawang Arab Saudi, Marselino membuktikan bahwa dirinya tetap merupakan pemain penting untuk timnas, meskipun situasinya di level klub sempat dipertanyakan.
Gol pertama Marselino tercipta pada menit ke-32, berkat kerjasama cantik dengan Ragnar Oratmangoen.
Setelah menerima umpan terukur di dalam kotak penalti, Marselino dengan tenang melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau kiper Arab Saudi, Ahmed Al-Kassar.
Tak lama setelah itu, gol kedua datang berkat aksi brilian Sandy Walsh yang mengirimkan umpan silang terarah.
Marselino pun dengan dingin menyelesaikan peluang tersebut dan memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 2-0.
Statistik pertandingan ini memperlihatkan performa luar biasa Marselino.
Dalam 78 menit di lapangan, ia mencatatkan 36 sentuhan, melakukan 7 operan akurat dari 11 percobaan, dan melepaskan 4 tembakan yang semuanya tepat sasaran.
Bahkan, ia hampir saja mencetak hattrick jika tendangannya di awal laga tidak membentur tiang gawang.
Statistik ini semakin mengukuhkan peran Marselino sebagai penggerak utama serangan Indonesia dalam pertandingan yang penuh tekanan tersebut.
Hujatan dari netizen sebenarnya bukanlah hal baru bagi Marselino. Sebagai salah satu talenta muda berbakat Indonesia, ia selalu menjadi sorotan publik, baik dalam aspek positif maupun negatif.
Julukan "camat Oxford" mulai mengemuka setelah Marselino tidak mendapat banyak kesempatan bermain di klub luar negeri.
Namun, alih-alih terpuruk, Marselino memilih untuk membalas kritik tersebut dengan kerja keras dan penampilan yang mengesankan di lapangan.
Selebrasi golnya melawan Arab Saudi bisa dianggap sebagai sindiran halus kepada para pengkritiknya, sekaligus menunjukkan bahwa ia bukan hanya layak bermain untuk Timnas Indonesia, tetapi juga berperan sebagai pemain yang tak tergantikan.
Kemenangan ini mengangkat posisi Timnas Indonesia ke peringkat ketiga Grup C, sekaligus mempertahankan peluang mereka untuk melaju ke babak berikutnya dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo