SOLOBALAPAN.COM - PSSI telah resmi mengumumkan perubahan besar pada salah satu jenjang kompetisi sepak bola nasional.
Mulai musim ini, Liga 3 tidak lagi menggunakan nama tersebut dan akan berganti menjadi Liga Nusantara.
Keputusan tersebut disampaikan dalam acara Club Owner's Meeting Liga Nusantara 2024/2025 yang diadakan di Grand Kemang, Jakarta, pada Kamis (7/11/2024).
Menurut informasi yang dilansir dari situs resmi PSCS Cilacap, pertemuan ini dihadiri oleh 18 pemilik klub yang sebelumnya tercatat sebagai peserta Liga 3.
Rapat ini diprakarsai oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan pelaksanaan kompetisi yang lebih baik dan terstruktur di masa depan.
Dalam acara tersebut, PT LIB menjelaskan bahwa Liga Nusantara 2024/2025 akan dimulai pada 14 Desember 2024 dan dijadwalkan berakhir pada 21 Februari 2025, dengan catatan tidak ada perubahan jadwal lebih lanjut.
Awalnya, kompetisi Liga 3 musim 2024/2025 direncanakan dimulai pada 2 November 2024 hingga 20 Februari 2025.
Namun, seiring dengan adanya penyesuaian, kick-off akhirnya diputuskan untuk dimulai pada pertengahan Desember.
Peserta Liga Nusantara 2024/2025
Musim ini, Liga Nusantara akan diikuti oleh 18 klub.
Terdiri dari 8 tim yang terdegradasi dari Liga 2 2023/2024, serta 10 tim yang berhasil lolos dari babak 16 besar putaran nasional Liga 3 2023/2024.
PSSI berharap perubahan nama dan format ini bisa menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif serta menarik di level sepak bola Indonesia.
Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung perkembangan sepak bola nasional dan mempersiapkan klub-klub yang lebih siap untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi klub-klub yang baru terdegradasi untuk memperbaiki kinerja mereka dan kembali ke jalur yang benar.
PSSI juga berharap Liga Nusantara dapat menjadi ajang yang lebih berkualitas, sekaligus wadah bagi klub-klub yang ingin menunjukkan kualitas mereka di tingkat nasional.
Format Kompetisi Liga Nusantara 2024/2025
Dalam Club Owner's Meeting, PT LIB juga mengungkapkan format kompetisi Liga Nusantara 2024/2025.
Kompetisi akan dimulai dengan babak pendahuluan yang menggunakan format sentralisasi dan double round robin.
Dalam babak ini, 18 klub akan dibagi ke dalam tiga grup: A, B, dan C, masing-masing berisi 6 tim. Total pertandingan di fase ini adalah 90 laga.
Setelah babak pendahuluan, tim yang menempati peringkat 3 hingga 6 di setiap grup akan memasuki babak play-off degradasi.
Di babak ini, 12 tim akan dibagi menjadi dua grup, Grup J dan K, dan bertanding dalam format sentralisasi single round robin.
Total pertandingan di tahap ini mencapai 30 pertandingan.
Tim yang menempati posisi 1 dan 2 di masing-masing grup babak pendahuluan akan melaju ke babak 6 besar yang menggunakan format home-away dan double round robin.
Di babak ini, klub-klub akan dibagi menjadi dua grup, Grup X dan Y, dengan total 12 pertandingan.
Puncak kompetisi, yakni babak final, akan mempertemukan juara dan runner-up dari masing-masing grup, X dan Y.
Sementara untuk perebutan peringkat ketiga, runner-up kedua grup tersebut akan bertanding.
Final Liga Nusantara akan digelar dalam dua pertandingan dengan format single match, yaitu antara juara Grup X dan juara Grup Y.
Sebagian besar pertandingan musim ini akan digelar dalam format home tournament, tanpa penonton di stadion.
Meskipun begitu, para penggemar sepak bola tetap bisa menikmati pertandingan melalui live streaming eksklusif yang disediakan.
Daftar Klub Peserta Liga Nusantara 2024/2025
Klub yang terdegradasi dari Liga 2 2023/2024:
1. Persikab Kab. Bandung
2. PSDS Deli Serdang
3. Kalteng Putra
4. PSCS Cilacap
5. Persiba Balikpapan
6. Sulut United
7. Perserang Serang
8. Sada Sumut FC
Klub dari babak 16 besar putaran nasional Liga 3 2023/2024:
1. Persekabpas Kab. Pasuruan
2. PSGC Ciamis
3. 757 Kepri Jaya
4. Tornado FC Pekanbaru
5. Persiba Bantul
6. PSM Madiun
7. Waanal Brothers FC
8. Persipasi Bekasi
9. NZR Sumbersari Malang
10. Persipani Paniai
Dengan perubahan format dan nama, PSSI berharap Liga Nusantara menjadi ajang yang lebih kompetitif.
PSSI juga berharap agar hal ini memberikan kesempatan bagi klub-klub untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan mempersiapkan diri untuk level yang lebih tinggi dalam sepak bola Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo