Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengungkap Fakta Sejarah PS Mars: Klub Sepak Bola Tertua di Solo, Terlahir Februari 1916, Agustus 1916, Atau 1918?

Niko Auglandy • Rabu, 9 Oktober 2024 | 22:11 WIB
Skuad PS Mars kala beruji coba denga Persis Solo versi Liga Indonesia di musim 2011/2012
Skuad PS Mars kala beruji coba denga Persis Solo versi Liga Indonesia di musim 2011/2012

Solobalapan.com - PS Mars adalah salah satu dari 26 klub internal Persis Solo yang memiliki nilai sejarah mendalam. Nama panjangnya, Mardi Anggo Robing Swanitro, yang berarti "berjuang hingga titik darah penghabisan," mencerminkan semangat perjuangan klub ini sejak masa-masa awal berdirinya.

Mars merupakan bagian dari sejarah terbentuknya Persis Solo, klub sepak bola kebanggaan Kota Bengawan. Pada akhir Maret 1923, warga Solo secara resmi memiliki klub sepak bola bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB), hasil penggabungan antara Mars dan Romeo, yang didirikan di lingkungan Keraton Mangkunegaran. Pada tahun 1928, di bawah kepemimpinan Soemokartiko, VVB resmi berganti nama menjadi Persis Solo, melambangkan era baru sepak bola di kota ini.

Namun, kapan sebenarnya PS Mars berdiri masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Berdasarkan keterangan dari akun resmi Instagram akademi Mars (@markssoccerschoolsolo), PS Mars disebutkan didirikan pada tanggal 1 Muharram 1340 Hijriyah atau bertepatan dengan tahun 1918 Masehi. Dinyatakan bahwa Mars dibentuk oleh para prajurit Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat serta warga sekitar, yang kemudian menjadi embrio lahirnya Persis Solo.

Akan tetapi, pertanyaan mengenai kebenaran tahun berdirinya PS Mars pada 1918 memicu diskusi lebih lanjut. Redaktur Jawa Pos Radar Solo sekaligus penulis buku Bangkitlah Sang Legenda, Kiprah Persis Solo di Dunia Sepak Bola, Nikko Auglandy Urdiyan, melakukan penelusuran mendalam dengan menggali arsip-arsip kuno dari surat kabar lawas yang sudah terbit jauh sebelum Indonesia merdeka.

Penelitian tersebut akhirnya menyingkap fakta bahwa PS Mars kemungkinan besar telah berdiri sejak tahun 1916. Sayangnya, perdebatan mengenai tanggal pasti pendirian klub ini masih berlangsung, mengingat beberapa versi berbeda muncul dari berbagai sumber.

Misalnya, dalam edisi surat kabar Darmo Kondo tanggal 13 Agustus 1924, Mars diberitakan merayakan ulang tahunnya yang ke-8 pada 10 Agustus 1924 di rumah sekretaris Mars, Sastrodanoeko, di daerah Tjarikan. Ini menunjukkan bahwa Mars sudah ada sejak Agustus 1916.

Namun, arsip lain, seperti yang ditemukan dalam Madjalah PSSI edisi Februari 1940, menyebutkan bahwa Mars memperingati usianya yang ke-24 pada Sabtu malam, 10 Februari 1940. Pada kesempatan tersebut, Mars mengadakan selamatan yang dihadiri para pengurus serta tamu undangan, sekaligus mengundang klub-klub dari Semarang, Jogja, dan Magelang untuk bertanding di Solo. Berdasarkan catatan ini, Mars diperkirakan berdiri pada Februari 1916.

Dua versi ini—Februari dan Agustus 1916—mengindikasikan bahwa tanggal pasti berdirinya Mars masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sepenuhnya. Meskipun demikian, upaya untuk menemukan informasi di koran-koran lawas dari tahun 1916, baik pada edisi Februari maupun Agustus, belum membuahkan hasil yang konklusif.

Pengurus Mars saat ini lebih cenderung meyakini bahwa klub ini lahir pada tahun 1918, meski tanpa tanggal pasti. Mereka hanya merayakan ulang tahunnya setiap malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa, sebuah tradisi yang terus dilestarikan hingga kini.

Sebagai klub sepak bola tertua di Solo yang masih aktif, Mars tetap menjadi bagian penting dari sejarah olahraga di kota ini. Dulunya, para pemain Mars berasal dari kalangan ambtenaar atau pegawai negeri pada zaman Hindia Belanda. Mereka berlatih di Alun-Alun Selatan, lokasi yang kini menjadi salah satu simbol pergerakan olahraga di Solo.

Keberadaan Mars juga tak lepas dari persaingan dengan klub Romeo, yang berdiri pada tahun 1906 dan terkait erat dengan Keraton Kasunanan Surakarta. Sayangnya, jejak Romeo menghilang sebelum Indonesia merdeka, sementara Mars bertahan dan terus menjadi saksi perkembangan sepak bola di tanah air hingga hari ini. (nik/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#PS MARS #persis solo #sepak bola #pssi