Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Profil Wasit Eko Agus Sugiharto, Sosok Viral Usai Dipukul Pemain Sulteng di PON Aceh-Sumut 2024 Gegara Kontroversial

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 16 September 2024 - 00:18 WIB
Wasit Eko Agus Sugiharto.
Wasit Eko Agus Sugiharto.

SOLOBALAPAN.COM - Wasit Eko Agus Sugiharto menjadi perhatian publik setelah mengalami serangan fisik dari seorang pemain Sulteng.

Peristiwa itu terjadi saat ia memimpin pertandingan sepak bola antara Aceh dan Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Pertandingan tersebut merupakan laga perempat final sepak bola putra yang mempertemukan Aceh dan Sulteng di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, pada Sabtu malam, 14 September 2024.

Pada pertandingan itu, Eko Agus Sugiharto diserang dengan pukulan oleh Muhammad Rizki, seorang pemain dari Sulteng.

Akibat pukulan tersebut, Eko Agus Sugiharto terjatuh dan harus dievakuasi menggunakan ambulans.

Pertandingan sempat terhenti sejenak akibat kejadian tersebut.

Siapakah sebenarnya Eko Agus Sugiharto?

Eko Agus Sugiharto adalah seorang wasit yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Berusia 39 tahun, Eko memiliki lisensi wasit A Nasional. Selain itu, ia juga bekerja sebagai guru olahraga di SMPN 2 Belitang Jaya.

Dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Eko dijadwalkan untuk memimpin empat pertandingan sepak bola.

 

Kronologi Kejadian

Pertandingan sepak bola antara Aceh dan Sulawesi Tengah (Sulteng) berlangsung dengan intensitas tinggi, terutama menjelang akhir pertandingan.

Setelah Sulteng memimpin 1-0, mereka mulai bermain lebih defensif dan cenderung keras.

Pada saat itulah, Eko Agus Sugiharto, selaku wasit, mulai mengeluarkan banyak kartu sebagai bentuk pengendalian permainan.

Pada menit ke-74, Eko memberikan kartu merah kepada Wahyu Alman, pemain Sulteng yang mengenakan nomor punggung 25.

Wahyu Alman diusir dari lapangan setelah mengangkat kakinya terlalu tinggi saat mencoba membuang bola, hampir mengenai kepala pemain Aceh.

Kericuhan mulai meletus saat Eko Agus Sugiharto mengeluarkan kartu merah kedua untuk Sulteng, yang diberikan kepada Moh Akbar pada menit ke-85.

Keputusan ini memicu protes panjang dari para pemain Sulteng. Tak lama setelah itu, Eko menambahkan waktu perpanjangan 13 menit.

Pada menit ke-97, ia memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, meskipun tekel di dalam kotak penalti tampak bersih.

Keputusan tersebut semakin memicu kemarahan dan protes dari pemain Sulteng.

Selama pertandingan, kepemimpinan wasit Eko Agus Sugiharto menuai kritik dari beberapa media yang menilai bahwa keputusan-keputusan yang diambil cenderung berat sebelah.

Situasi semakin memanas ketika Muhammad Rizki, salah satu pemain Sulteng yang tengah marah, memukul wasit di bagian kepala hingga Eko jatuh tersungkur.

Akibatnya, wasit harus dievakuasi dengan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

Kericuhan ini juga memicu kemarahan pendukung tuan rumah, yang melemparkan botol-botol ke lapangan. Dalam kondisi tersebut, pertandingan terpaksa dihentikan.

Setelah beberapa menit, pertandingan kembali dilanjutkan dengan tendangan penalti untuk Aceh.

Namun, eksekusi penalti tersebut tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tim tuan rumah.

Pada saat yang sama, Muhammad Rizki dari Sulteng menerima kartu merah kedua untuk dirinya dan menjadi kartu merah ketiga yang diterima tim Sulteng dalam pertandingan tersebut.

Tak lama setelah itu, Aceh kembali mendapat kesempatan penalti.

Kali ini, wasit memberikan hadiah penalti setelah pemain Sulteng dianggap melakukan handball di dalam kotak penalti.

Akmal Juanda berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dalam tendangan penalti, sehingga skor menjadi imbang 1-1.

Setelah peluit panjang dibunyikan oleh wasit, seharusnya pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Namun, tim Sulteng memutuskan untuk mundur dari pertandingan, sehingga Aceh dinyatakan lolos ke semifinal. Sulteng harus menghentikan langkahnya di babak delapan besar.

Di semifinal, Aceh akan menghadapi Jawa Timur, dengan pertandingan dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 16 September 2024. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#wasit dipukul #viral #Eko agus sugiharto #PON Aceh - Sumut 2024 #kontroversial #sulteng #wasit