SOLOBALAPAN.COM - Arema FC telah memulai penyaluran bantuan dari 13,5 persen hadiah Piala Presiden 2024 kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan tanggung jawab moral dari manajemen klub kepada keluarga korban yang berjumlah 135 orang.
Pada tahap awal penyaluran bantuan, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, bersama dua perwakilan Presidium Aremania telah mengunjungi enam keluarga korban.
Kehadiran manajemen Arema FC disambut dengan penuh kehangatan oleh keluarga yang dikunjungi.
Seperti Winto, ayah dari almarhumah Vera Puspita Ayu yang tinggal di Jalan Bunga Cendana, Lowokwaru, Kota Malang.
Winto menyatakan rasa haru atas perhatian yang diberikan berharap klub ini terus berprestasi serta membawa kebahagiaan bagi Aremania.
"Saya tidak menyangka Arema FC sepeduli ini. Ini sangat berarti bagi kami," ujar Winto.
"Tragedi Kanjuruhan adalah takdir Tuhan. Kami ikhlas menerima kepergian anak kami. Namun, dukungan dari Arema FC ini sangat berarti bagi kami." tambahnya.
Manajemen Arema FC kemudian melanjutkan kunjungan mereka ke keluarga almarhum Sam Nawi.
Seorang senior komunitas Curva Nord Aremania yang juga menjadi korban.
Ika dan istri tidak bisa menahan air mata saat menerima kunjungan dari pihak Arema FC.
Ika merasa sangat terharu atas bantuan yang diberikan dan menegaskan dukungannya terhadap Arema FC.
“Meskipun suami saya gugur, kami tetap keluarga Aremania dan akan terus mendukung Arema FC."
"Meskipun kami masih butuh waktu untuk datang ke Kanjuruhan,” ujarnya sambil menahan isak tangis.
Sementara itu, Sudarmaji menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga korban.
Dia juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap.
Manajemen Arema FC membentuk beberapa tim yang akan mengunjungi langsung kediaman keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Terlepas dari itu, sebagai juara turnamen pramusim Piala Presiden, Arema FC mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 5 miliar. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo