Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lifter Senior, Eko Yuli Irawan Banjir Pujian di Sosial Media Usai Tercatat Tampil di 5 Olimpiade Mewakili Indonesia!

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 8 Agustus 2024 | 23:27 WIB
Lifter Senior Indonesia, Eko Yuli Irawan.
Lifter Senior Indonesia, Eko Yuli Irawan.

SOLOBALAPAN.COM - Eko Yuli Irawan mendapat pujian dari netizen Indonesia meski tidak berhasil meraih medali di cabang olahraga angkat besi pada Olimpiade 2024.

Lifter senior asal Metro, Lampung, tersebut berkompetisi di kelas 61 kilogram putra.

Meskipun ada harapan medali setelah Eko berhasil mengangkat beban 135 kg pada percobaan snatch kedua, ia gagal mengangkat beban 139 kg pada percobaan snatch ketiga.

Eko akhirnya menempati posisi kedua, kalah dari Li Fabin.

Sayangnya, ia tidak dapat menyumbangkan medali karena gagal dalam ketiga percobaan di angkatan clean & jerk.

Meskipun Eko Yuli Irawan tidak berhasil meraih medali, netizen tetap merasa bangga dengan prestasi dan dedikasinya.

Ungkapan "terima kasih pak Eko" banyak muncul di media sosial sebagai bentuk apresiasi.

Hal ini tidak terlepas dari karier cemerlang Eko yang telah mempersembahkan empat medali Olimpiade.

Ia juga berkontribusi besar terhadap peningkatan performa Indonesia dan mengharumkan nama bangsa diberbagai ajang seperti Olimpiade dan Asian Games.

"Terima kasih pak Eko kami bangga," tulis seorang pemilik akun mengomentari unggahan soal Eko di akun Instagram Kemenpora.

"Terima kasih pak Eko. Saya bangga dengan anda," timpal netizen lain.

Di platform X pun ucapan 'terima kasih pak Eko' menjadi kata kunci yang cukup banyak dituliskan.

"Terima kasih pak Eko! You're legend!!!" tulis warganet.

"Terima kasih pak Eko. Ga semua atlet bisa mempertahankan konsistensi selama 5 olimpiade berturut-turut," kata pemilik akun lainnya.

Kisah heroik atlet berusia 35 tahun ini di Olimpiade dimulai pada tahun 2008, saat ia berhasil meraih medali perunggu di kelas 56 kg.

Empat tahun kemudian, Eko kembali membawa pulang medali perunggu saat berlaga di kelas 62 kg.

Pada tahun 2016, medali Eko naik menjadi perak, dan tiga tahun lalu di Olimpiade 2020, ia kembali menyumbangkan medali perak untuk Merah Putih.

Pada Olimpiade 2024, perjuangan Eko menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan dengan empat edisi sebelumnya, terutama karena harus berjuang melawan cedera.

"Saya tampil dengan kondisi yang tidak 100 persen. Cedera kaki saya belum sembuh tuntas."

"Lutut sudah dari tahun lalu, kalau yang paha samping kanan baru satu bulan lalu," jelasnya.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan medali."

"Tapi saya sudah mencoba untuk mengeluarkan semua kemampuan saya sampai titik darah terakhir," tambahnya. (did)

 

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#banjir pujian #olimpiade #eko yuli irawan