Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Kontroversi Olimpiade 2024: Petinju Wanita Angela Carini Kalah hingga Menangis Lawan Atlet Biologis Pria Imane Khelif

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 2 Agustus 2024 | 23:41 WIB
Petinju Wanita Angela Carini (kiri) dan Petinju Biologis Pria Imane Khelif (kanan).
Petinju Wanita Angela Carini (kiri) dan Petinju Biologis Pria Imane Khelif (kanan).

SOLOBALAPAN.COM - Angela Carini tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa setelah hanya mampu bertahan selama 46 detik melawan petinju Aljazair, Imane Khelif, dalam pertandingan tinju wanita di Olimpiade Paris 2024 pada Kamis (1/8/2024).

Menurut laporan dari The Guardian, Khelif adalah salah satu dari dua petinju yang diizinkan bertanding di Olimpiade Paris 2024 meskipun dia telah didiskualifikasi dari kejuaraan dunia wanita tahun lalu.

Hal itu karena ia gagal dalam tes testosteron dan kelayakan gender.  Diketahui, Khelif adalah seorang petinju biologis pria.

Angela Carini kemudian menjelaskan bahwa dia memutuskan untuk mundur karena menerima pukulan yang sangat keras, yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Pukulan pertama menyebabkan tali pelindung dagunya copot, sementara pukulan kedua mengenai dagunya dan darahnya bahkan membasahi celana pendeknya.

“Saya patah hati,” kata Carini, setelah pertarungan singkat itu.

“Saya naik ke ring untuk menghormati ayah saya. Saya berkali-kali diberi tahu bahwa saya adalah seorang pejuang. Tetapi saya memilih berhenti demi kesehatan saya. Saya belum pernah merasakan pukulan seperti ini," imbuhnya.

Sangat Menyakitkan

Petinju wanita berusia 25 tahun dari Naples tersebut menjelaskan alasan di balik keputusan untuk tetap naik ring meskipun tidak ingin menyerah.

“Tapi satu pukulan terlalu menyakitkan, jadi saya memutuskan untuk berhenti. Saya ingin keluar dengan kepala tegak,” kata Carini.

“Setelah pukulan kedua, dan setelah bertahun-tahun pengalaman, saya merasakan sakit yang sangat hebat di hidung."

"Saya bilang cukup, karena saya tidak mau melanjutkan pertarungan setelah pukulan di hidung. Jadi, lebih baik mengakhirinya sekarang,” tambahnya.

“Saya hancur karena saya seorang pejuang, mereka mengajari saya untuk menjadi pejuang."

"Saya selalu berusaha berperilaku dengan kehormatan dan mewakili negara saya dengan setia,” ungkap Carini.

“Kali ini saya tidak berhasil karena saya tidak bisa melanjutkan pertarungan. Terlepas dari siapa lawan saya dan segala pertikaian yang ada, saya hanya ingin menang,” tambahnya.

Pernyataan Resmi Perdana Menteri Italia

Reem Alsalem, Pelapor Khusus PBB untuk Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan, menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut.

Ia menulis di Twitter, “Angela Carini dengan tepat mengikuti nalurinya dan memprioritaskan keselamatan fisiknya."

"Namun, dia dan atlet wanita lainnya seharusnya tidak mengalami kekerasan fisik dan psikologis berdasarkan jenis kelamin mereka.”

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga ikut angkat suara.

“Saya pikir atlet yang memiliki karakteristik genetik laki-laki tidak boleh mengikuti kompetisi perempuan."

"Itu bukan karena ingin mendiskriminasi seseorang, tapi untuk melindungi hak atlet wanita agar bisa bersaing secara setara."

“Ini bukanlah pertarungan yang seimbang.” tambahnya.

Komite Olimpiade Internasional Dapat Kecaman

Sebelum pertarungan tersebut, Komite Olimpiade Internasional mendapat kecaman karena mengizinkan Khelif dan Lin Yu Ting dari Chinese Taipei untuk berkompetisi dalam kategori putri di Olimpiade 2024.

Lin Yu Ting dijadwalkan akan menghadapi petinju Uzbekistan, Sitora Turdibekova, dalam pertarungan kelas bulu di Paris pada Jumat (2/8/2024) hari ini.

Keduanya didiskualifikasi dari kejuaraan dunia putri 2023 tahun lalu.

Presiden Federasi Tinju Amatir Internasional, Umar Kremlev, menyatakan bahwa tes DNA membuktikan mereka memiliki kromosom XY, yang merupakan kromosom laki-laki. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #imane khelif #Kontroversi Olimpiade Paris 2024 #angela carini