Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Nasib Pratama Arhan Hanya Jadi Alat Marketing di Suwon FC, Netizen: Justin Hubner Aja Sadar Masa Ini Enggak!

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 21 Juli 2024 | 20:38 WIB
Pratama Arhan dalam sesi pemotretan jersey ketiga Suwon FC untuk musim 2024.
Pratama Arhan dalam sesi pemotretan jersey ketiga Suwon FC untuk musim 2024.

SOLOBALAPAN.COM - Pemilihan Pratama Arhan sebagai model jersey Suwon FC baru-baru ini telah menimbulkan kontroversi di antara para penggemar.

Meskipun Suwon FC merilis jersey ketiga mereka yang menampilkan corak batik sebagai bagian dari budaya Indonesia.

Minat dari penggemar sepakbola Indonesia lebih banyak tertuju pada nasib Pratama Arhan, fullback kiri Timnas Indonesia, yang bermain untuk klub Korea Selatan tersebut.

Sejak kedatangannya ke Suwon FC pada Januari 2024, Pratama Arhan menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan menit bermain yang signifikan.

Sampai dengan pekan ke-23 Liga 1 Korea Selatan 2024, Pratama Arhan baru tampil satu kali.

Tepatnya saat Suwon FC bertandang ke markas Jeju United pada pekan ke-14 Liga 1 Korea Selatan 2024, tepatnya pada 26 Mei 2024.

Meskipun jersey baru Suwon FC menuai pujian karena desainnya yang mencerminkan budaya Indonesia.

Perhatian publik lebih terfokus pada perjalanan karier Pratama Arhan di klub tersebut, yang saat ini belum mencapai titik puncak dalam hal penampilannya di lapangan.

Setelah menunggu selama 13 pekan untuk menjalani debut bersama Suwon FC di Liga 1 Korea Selatan 2024, fullback berusia 22 tahun itu akhirnya mendapatkan kesempatan bermain.

Namun, nasib tidak berpihak padanya karena hanya dalam waktu tiga menit berada di lapangan, Pratama Arhan langsung mendapat kartu merah.

Setelah kejadian tersebut, Pratama Arhan hanya dua kali masuk sebagai pemain cadangan saat Suwon FC melawan Ulshan Hyundai di kandang sendiri.

Begitu juga saat melawan Gimcheong Sangmu di pertandingan tandang, pada pekan ke-21 dan 22. Namun, dalam kedua kesempatan itu, ia tidak mendapatkan kesempatan bermain.

Sebagai hasilnya, netizen Indonesia mengkritik nasib Pratama Arhan yang dianggap mirip dengan pengalamannya ketika bermain untuk Tokyo Verdy di Liga 2 Jepang pada musim 2022-2023.

Saat itu, Pratama Arhan lebih sering berperan sebagai model klub daripada bermain secara aktif di lapangan hijau.

Bahkan, Arhan dibandingkan oleh netizen dengan Justin Hubner yang memilih hengkang dari Cerezo Osaka lantaran kurang menit bermain.

"Justin hubner udah sadar, ini kok GK sadar sadar juga sih," tulis fauzirahman985 di kolom komentar akun Instagram Suwon FC.

Baca Juga: Begini Respons Pratama Arhan Ketika Ditanya Soal Trik Lemparan Jauh yang Kencang dan Akurat

Sementara itu, netizen yang lain menganggap Pratama Arhan hanya jadi marketing di Suwon FC.

"Direkrut bukan untuk jd pemain tp jd brand ambasador," tulis @wayway.10_.

"Ini club kalau tidak ada arhan pratama bakal sepi. Sayang arhan di suwon fc bukan di jadikan pemain tapi buat marketing," tulis @sigit_desantos.

Harapannya adalah agar Pratama Arhan segera bisa mendapatkan menit bermain dengan Suwon FC. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#netizen #Suwon Fc #alat marketing #Justin Hubner #Pratama Arhan