SOLOBALAPAN.COM - Haris Pardede, seorang pengamat sepakbola di Indonesia, mengungkapkan bahwa PSSI harus mengeluarkan biaya besar untuk menghadapi sidang di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait kasus Maarten Paes.
Menurut Bung Harpa, biaya untuk sidang saja mencapai USD1 hingga USD2 juta atau sekitar Rp16 sampai Rp32 miliar. Biaya tersebut belum termasuk biaya pengacara dan transportasi.
Pertanyaannya, apakah tingginya biaya tersebut yang membuat kasus Maarten Paes belum juga disidangkan di CAS?
Berdasarkan data yang dirilis di laman resmi CAS, kasus Maarten Paes belum akan dibahas hingga akhir Juli 2024.
Bung Harpa, atau Haris Pardede, mengungkapkan, "Biaya untuk bertarung di CAS (kasus Maarten Paes) Ternyata tidak murah. Mungkin untuk Erick Thohir ataupun PSSI tidak mahal, yakni USD1 hingga 2 juta. Saya juga baru tahu dan mendapatkan informasi ini dari sumber yang kredibel."
"Bayangkan bagaimana perjuangan PSSI, khususnya bapak Erick Thohir. Walaupun nanti pembayarannya dari uang kas PSSI, ini merupakan bagian dari upaya membuat tim nasional kita berjaya dengan memuluskan Maarten Paes memperkuat Timnas Indonesia," lanjutnya.
Kehadiran Maarten Paes sangat dinanti untuk memperkuat Timnas Indonesia, terutama dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Meskipun sudah memiliki paspor Indonesia sejak akhir April 2024, kiper FC Dallas tersebut belum memenuhi syarat untuk bermain dengan Timnas Garuda.
Kondisinya dikarenakan Maarten Paes dianggap melanggar persyaratan yang termaktub dalam artikel 9 ayat 2 peraturan FIFA mengenai pergantian asosiasi.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa seseorang dapat berganti tim nasional jika mereka berusia di bawah 21 tahun saat terakhir kali membela tim nasional pertama, baik di level junior maupun senior, dalam pertandingan resmi.
Selain itu, pemain tersebut harus sudah lebih dari tiga tahun tidak membela tim nasional sebelumnya, serta tidak memiliki lebih dari tiga caps.
Namun, dalam kasus Maarten Paes, dia membela Timnas Belanda U-21 pada 15 November 2020 ketika usianya sudah 22 tahun, melebihi batas usia yang diizinkan.
Meskipun begitu, ada celah hukum yang sedang diperjuangkan oleh PSSI dalam kasus ini. PSSI telah menaturalisasi Maarten Paes menjadi WNI meskipun belum pasti bahwa dia bisa memperkuat Timnas Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo