SOLOBALAPAN.COM - Durasi kerja Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia akan berakhir pada Juni 2024.
Meskipun begitu, PSSI telah melakukan pembahasan untuk kontrak baru dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Shin Tae-yong awalnya diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 28 Desember 2019, menggantikan Simon McMenemy.
Saat itu, PSSI yang dipimpin oleh Mochamad Iriawan memberikan kontrak Shin Tae-yong berdurasi empat tahun.
Meskipun kontrak Shin Tae-yong sebenarnya sudah berakhir tahun lalu, dia tetap melanjutkan tugasnya hingga berakhirnya Piala Asia U-23 2024.
Saat ini, Perpanjangan kontrak dari Shin Tae-yong belum resmi ditandatangani, lantaran ia masih berada di Korea Selatan.
Seperti diketahui, Shin Tae-yong belum berhasil membawa Timnas Indonesia senior, Timnas U-23, atau Timnas U-20 meraih titel juara.
Pencapaian terbaiknya adalah membawa skuad Garuda mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023.
Meskipun demikian, kontrak Shin Tae-yong yang segera berakhir masih dianggap layak untuk diperpanjang oleh sebagian pihak karena dampak positif yang telah diberikannya terhadap penampilan Timnas Indonesia.
Berikut ini Lima Bocoran Pelatih Top Potensial Gantikan Shin Tae-yong
Luis Milla
Nama pelatih pertama yang kemungkinan akan mendapat sambutan hangat sebagai pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia adalah Luis Milla Aspas.
Pelatih asal Spanyol ini memiliki kenangan yang cukup positif bersama pendukung Timnas Indonesia meskipun belum mencatatkan prestasi signifikan.
Prestasi terbaiknya adalah membawa skuad Garuda Muda meraih medali perak pada SEA Games 2017.
Selama menangani Timnas Indonesia dari 2017 hingga 2018, Luis Milla berhasil menciptakan gaya permainan menarik, terutama saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Dengan mengandalkan pemain muda, Milla berhasil memberikan pertunjukan yang memukau bagi para penggemar sepak bola di Indonesia.
Akira Nishino
Kandidat selanjutnya adalah Akira Nishino. Pelatih berusia 68 tahun ini masuk dalam bursa calon pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia setelah sempat disebut-sebut sebagai calon Direktur Teknik PSSI untuk menggantikan posisi Indra Sjafri.
Akira Nishino memiliki rekam jejak yang mengesankan di dunia strategi sepak bola. Dia pernah dipercaya oleh Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) untuk melatih Timnas Jepang pada Piala Dunia 2018.
Di sana, Nishino berhasil membawa Samurai Biru lolos ke babak 16 besar, meskipun akhirnya Jepang tersingkir oleh Belgia dan gagal mencapai perempat final.
Selain sukses bersama timnas, Nishino juga memiliki prestasi cemerlang di level klub bersama Gamba Osaka antara tahun 2002 hingga 2011.
Nama besar Nishino di dunia sepak bola Jepang membuatnya menjadi kandidat menarik sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Giovanni van Bronckhorst
Giovanni van Bronckhorst merupakan mantan bek Timnas Belanda yang kemudian memutuskan pensiun pada akhir musim 2009/2010. Setelah pensiun, dia memulai karier kepelatihan.
Pada 18 Mei 2015 hingga 19 Mei 2019, van Bronckhorst menjadi pelatih Feyenoord. Setelahnya, dia melatih Guangzhou R&F dari Januari 2020 hingga Desember 2020, dan kemudian Rangers dari 18 November 2021 hingga 21 November 2022.
Dengan latar belakangnya yang luas dan pengalaman sebagai pemain top serta pelatih di klub-klub besar, Giovanni van Bronckhorst bisa menjadi opsi ideal untuk melatih Timnas Indonesia.
Selain memiliki darah Indonesia, tepatnya dari Maluku, van Bronckhorst juga dapat berkomunikasi dengan baik dengan pemain naturalisasi Garuda yang banyak berasal dari Belanda.
Park Hang-seo
Pelatih asal Korea Selatan ini dikenal karena kesuksesannya bersama Timnas Vietnam. Meskipun belum pernah melatih di Indonesia, pemahamannya tentang sepak bola Asia Tenggara membuatnya menjadi pilihan yang layak.
Park Hang-seo telah membawa Timnas Vietnam meraih berbagai prestasi yang mengesankan, termasuk gelar juara Piala AFF 2018 dan medali emas SEA Games 2019.
Kemampuannya dalam memotivasi dan mengembangkan pemain muda telah terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi Timnas Vietnam.
Alexandre Polking
Pelatih Brasil ini menjadi kunci sukses Thailand meraih Piala AFF 2020 dan 2022. Meskipun dicopot dari jabatan pelatih kepala setelah hasil kurang memuaskan di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Polking tetap menjadi opsi yang menarik.
Dengan gaya permainan menyerang yang diterapkannya, Polking dapat memberikan warna baru dalam strategi Timnas Indonesia.
Pengalamannya yang luas di sepak bola Asia Tenggara juga menjadi nilai tambah, membantu dalam memahami karakteristik lawan-lawan di kawasan ini.
Joachim Loew
Pelatih berusia 63 tahun ini memiliki reputasi gemilang dengan membawa Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014.
Dengan pengalaman yang luas tersebut, Joachim Loew dapat menjadi pilihan yang menarik bagi Timnas Indonesia.
Gaya kepemimpinannya yang tenang dan strategis telah terbukti efektif dalam mengembangkan potensi pemain. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo