Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sejarah Persikota Tangerang: si Bayi Ajaib yang Bangun dari Tidur Panjang, Kini Promosi ke Liga 2 2024-2025

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 4 Juni 2024 | 03:40 WIB
Momen pemain Persikota merayakan kemenangan atas Tornado FC (3/6).
Momen pemain Persikota merayakan kemenangan atas Tornado FC (3/6).

SOLOBALAPAN.COM - Persikota Tangerang, akhirnya kembali ke Liga 2 setelah finish di peringkat dua Grup 2 babak 8 besar liga 3 Nasional.

Penantian panjang ini tak lepas dari perjuangan para pemain, official, staff dan manajemen Persikota yang serius untuk membawa tim kebanggaan Kota Tangerang untuk kembali ke liga profesional Indonesia.

Tim yang dibentuk tahun 1994 ini merupakan salah satu tim yang memiliki prestasi di gelaran Liga Indonesia.

Persikota Tangerang memulai debutnya di sepakbola nasional dengan bermain di Divisi II Liga Indonesia tahun 1995/1996.

Persikota, yang dilatih oleh Andi Lala, tidak terkalahkan di putaran pertama, kedua, dan ketiga. Mereka berhasil mencapai semifinal di Stadion Benteng Tangerang.

Persikota akhirnya menjadi juara Divisi II Liga Indonesia 1995/1996 saat bermain di kandang sendiri.

Persikota mampu menjadi juara grup dari Grup Tengah II dan lolos ke babak 10 Besar. Di babak 10 besar, Persikota tergabung dalam grup A dan harus menghadapi PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, PSSB Bireun, dan Persiter Ternate.

Persikota kemudian lolos ke semifinal bersama Persiter Ternate sebagai wakil grup A. Di semifinal, mereka berhadapan dengan Perseden Denpasar, juara grup B.

Rival Persita Tangerang ini menang melawan Perseden 1-0 dan berhak lolos ke babak final. Di babak final, mereka menghadapi PSIM Yogya yang mengalahkan Persikabo 2-1.

Persikota kembali menang atas PSIM dengan skor 3-1, memastikan lolos ke Divisi Utama 1997/1998 (saat ini Liga 1), kompetisi tertinggi saat itu.

Persikota memulai dengan sangat baik di Divisi Utama, menduduki posisi 3 Wilayah Tengah hanya di bawah PSMS dan Pelita Jakarta.

Namun, liga harus terhenti lantaran kerusuhan Mei 1998.

Karena berhasil menjadi juara Divisi II dan Divisi I dan menduduki peringkat atas Divisi Utama dalam waktu tiga musim saja, Persikota mulai mendapatkan julukan "Bayi Ajaib".

Baca Juga: Dugaan Kasus EXCO PSSI Jadi CEO di 3 Tim Liga 3 yang Lolos 16 Besar, Erick Thohir Diam Saja?

Editor : Didi Agung Eko Purnomo