SOLOBALAPAN.COM - Kerusuhan kembali terjadi saat pertandingan tarkam yang melibatkan sejumlah pemain klub profesional Liga 1 dan mantan pemain Timnas Indonesia.
Situasi kerusuhan yang terjadi di pertandingan final Turnamen Sepak Bola Bener Bersatu Cup yang memperebutkan Piala Bupati Kabupaten Semarang memang bertabur bintang.
Lantaran, sejumlah pemain profesional yang saat ini bermain di BRI Liga 1 berpartisipasi dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Pule, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Minggu (2/6).
Diketahui, pemain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut antara lain pemain Barito Putera, Bayu Pradana. Komarudin pemain Persikabo.
Lalu Ilham Mahendra yang bermain untuk Barito Putera, dan Hery Susanto, mantan pemain Persita Tangerang.
Tak hanya itu, ada sosok bek legendaris Timnas Indonesia yang juga terlibat, yakni Wahyu Wijiastanto.
Adapun yg bertanding dalam turnamen Final tersebut antara PS Putra Bakti Ds Patemon vs PS Ar Rafi Ampel Kab Boyolali.
Dalam pertandingan tersebut turut diikuti oleh pemain kembar yang pernah membela Timnas Indonesia yaitu Bagus Kahfi dan Bagus Kaffa.
Dikutip dari akun resmi Instagram @forumwasitindonesia, Bagus dan Bagas tidak terlibat melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap wasit.
Hasil konfirmasi terhadap wasit yang menjadi korban pengeroyokan menunjukkan bahwa Bagus Kahfi tidak terlibat dalam tindakan kekerasan. Sebaliknya, dia dan saudaranya, Bagas Kaffa, berusaha untuk melerai.
Adapun kesaksian dari Bagus Kahfi, pemain Barito Putera di Liga 1, menyatakan bahwa Ia tak terlibat dalam aksi pengeroyokan wasit tersebut.
"Mas mohon maaf coba disimak kembali videonya, apakah saya dan Bagas memukul wasitnya? saya berani apapun jika saya terlihat menyentuh atau memukul wasit. Apakah di semua video itu saya terlihat memukul? saya hanya memisahkan," ungkap pemain berusia 22 tahun itu.
Sementara itu, dikabarkan bahwa kondisi wasit yang menjadi korban berhasil diselamatkan, tetapi Forum Wasit Indonesia menegaskan bahwa proses hukum akan terus berlanjut.
"Kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa pemain profesional terhadap wasit di Turnamen Piala Bupati Kab. Semarang akan dibawa keranah hukum, dan tidak ada kata damai untuk semua pelaku," pungkasnya.
Terlepas dari itu, Pengacara dari sang wasit korban pengeroyokan juga berkomitmen untuk memperkarakan kasus ini dan akan menindak tegas pelaku agar tidak terulang dikemudian hari. (did)