SOLOBALAPAN.COM - Persiku Kudus, Tim asal Jawa Tengah ini sangat terkenal di tahun 1990-an, ketika mereka bermain di Liga Dunhill, akan tetapi kemudian mereka hilang selama beberapa tahun karena terjebak di Liga 3.
Dalam sejarah sepak bola Indonesia, warna biru di Jawa Tengah biasanya identik dengan PSIS Semarang. Sejak era Perserikatan (1930–1994), PSIS tergolong berprestasi dan memiliki basis pendukung yang besar, seperti Panser Biru dan Snex.
Tetapi wakil Jawa Tengah warna biru pernah punya idola lain yang sama-sama mentas di kasta tertinggi. Liga Dunhill tahun 1994-1995, yang membuka era sepakbola profesional di Indonesia. Klub itu adalah Persiku Kudus.
Meskipun tidak terlalu mentereng, Persiku Kudus tetap ada. Klub yang berjuluk sebagai Macan Muria ini cukup aman dari zona degradasi ketika berada di posisi ke-12 klasemen akhir Wilayah Barat Liga Dunhill 1994-1995.
Persiku meraih sepuluh kemenangan, tujuh seri, dan lima belas kekalahan. Bambang Harsoyo mencetak delapan gol selama Liga Dunhill 1994-1995, menjadi topskor Persiku saat itu.
Persiku Kudus memiliki kesempatan untuk mentas di Liga Dunhill 1995-1996 setelah berhasil menghindari degradasi pada tahun 1994-1995.
Namun, sebelum Liga Dunhill 1995-1996 bergulir, Persiku memutuskan untuk berhenti. Alasannya disebut karena masalah finansial. Ternyata tidak benar.
Penarikan diri Macan Muria lebih dipengaruhi oleh sponsor kompetisi. Dunhill, produsen rokok asal Inggris, yang jadi sponsor utama musim 1995-1996.
Sedangkan Persiku di sponsori oleh Djarum, yang merupakan rival dalam industri.
Asa untuk bangkit pun ada saat gelaran Divisi Utama (kasta kedua, saat ini Liga 2) sejak tahun 2008-2014.
Namun, Ribuan pecinta bola dan anggota masyarakat Kudus berduka pada Sabtu, 23 Agustus 2014. Persiku Kudus, klub kebanggaan mereka, harus terdegradasi dari Divisi Utama (kasta kedua, saat ini Liga 2) ke kasta ketiga liga Indonesia.
Setelah berjibaku mengarungi kasta terbawah di Liga Indonesia sejak 2016, Persiku sempat mendapatkan angin segar ketika berhasil menjadi juara Liga 3 Regional Jawa Tengah tahun 2019.
Namun, langkahnya terhenti ketika gagal di babak Liga 3 Nasional 2019. Seakan tak putus asa, Tahun 2022 Persiku juga sempat tampil impresif di Liga 3 Nasional.
Namun, lagi-lagi perjuangannya harus kandas saat babak 16 besar Liga 3 Nasional 2022.
Saat gelaran Liga 3 2024, Persiku Kudus sempat kembali mengalami kesulitan finansial. Bahkan, sempat dirumorkan untuk tidak mengikuti Liga 3 Tahun ini.
Suporter Macan Muria (SMM), basis suporter milik Persiku tam ambil diam. mereka berjuang mengumpulkan dana demi tim kebanggaannya bisa berjuang kembali mengarungi Liga 3.
Perjuangan tersebut tampaknya membuahkan hasil manis. Persiku Kudus tampil cemerlang hingga babak 8 besar Liga 3 Nasional 2024.
Terbaru, Persiku Kudus dinyatakan lolos ke Liga 2 musim depan. Usai laga kontra Persikota Tangerang di Stadion Mini Cibinong, 1 Juni 2024.
Walau laga tersebut berakhir seri 0-0, tetapi Persiku Kudus dinyatakan promosi ke Liga 2, setelah di laga sebelumnya menang atas Tornado FC 2-0.
Saat ini, Persiku akan memperebutkan posisi untuk lolos ke final Liga 3 Nasional.
Perjuangan ini menjadi sejarah panjang Persiku Kudus untuk kembali ke kasta tertinggi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo